Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Laba Tembus Rp1 T, Jamkrindo Fokus Perluas Akses Kredit

Laba Tembus Rp1 T, Jamkrindo Fokus Perluas Akses Kredit Kredit Foto: Jamkrindo
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) mencatatkan kinerja keuangan tetap terjaga sepanjang 2025 dengan laba sebelum pajak Rp1,28 triliun dan laba bersih Rp1,05 triliun, di tengah peningkatan risiko industri penjaminan. Perusahaan juga memperluas dukungan pembiayaan bagi UMKM dan koperasi dengan volume penjaminan mencapai Rp247,57 triliun yang menjangkau lebih dari 5,56 juta pelaku usaha.

Kinerja tersebut ditopang strategi bisnis adaptif dan pengelolaan risiko yang disiplin. Jamkrindo mencatat total aset Rp30,86 triliun dan ekuitas Rp13,84 triliun, mencerminkan struktur permodalan yang kuat. Imbal jasa penjaminan bruto tercatat Rp7,12 triliun.

Di sisi lain, peningkatan aktivitas penjaminan turut mendorong kenaikan beban klaim bruto menjadi Rp6,6 triliun. Meski demikian, perusahaan tetap menjaga kinerja dengan fundamental yang kuat.

Plt. Direktur Utama Jamkrindo Abdul Bari mengatakan perusahaan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas kinerja.

“Di tengah dinamika industri, Jamkrindo tetap menjaga kinerja yang resilien melalui penguatan fundamental bisnis dan pengelolaan risiko yang disiplin. Kami tidak hanya berfokus pada pertumbuhan, tetapi juga memastikan kualitas dan keberlanjutan kinerja perusahaan,” ujar Abdul Bari, Kamis (9/4/2026).

Sepanjang 2025, Jamkrindo memperkuat peran dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui perluasan akses pembiayaan bagi UMKM dan koperasi. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kualitas penjaminan, penguatan kolaborasi dalam ekosistem pembiayaan, serta transformasi tata kelola dan model bisnis.

Abdul Bari menegaskan komitmen perusahaan untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha.

“Ke depan, Jamkrindo akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam pengembangan UMKM dan koperasi melalui perluasan akses pembiayaan, penguatan ekosistem penjaminan, serta penciptaan nilai ekonomi dan sosial yang berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berdaya saing,” ujarnya.

Selain penjaminan, Jamkrindo juga menjalankan program pendampingan UMKM dan koperasi melalui pelatihan, peningkatan keterampilan, serta penguatan akses pasar, termasuk bagi kelompok perempuan dan penyandang disabilitas. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas usaha dan daya saing pelaku usaha.

“Kami yakin bahwa dukungan terhadap UMKM tidak cukup hanya melalui akses pembiayaan, tetapi juga melalui pendampingan yang berkelanjutan. Melalui berbagai program pemberdayaan, kami ingin memastikan pelaku usaha dapat naik kelas, memiliki daya saing, dan tumbuh secara mandiri,” kata Abdul Bari.

Upaya tersebut diperkuat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk pelatihan kewirausahaan dan peningkatan kesejahteraan komunitas.

Secara historis, Jamkrindo mencatatkan laba secara konsisten sejak berdiri pada 1970 serta berkontribusi melalui pembayaran pajak dan dividen kepada negara.

Baca Juga: Jamkrindo Catat Penjaminan Rp27,68 Triliun hingga Februari 2026, Dukung Hampir 2 Juta Tenaga Kerja

Baca Juga: Jamkrindo Ikut Mudik Gratis BUMN 2026, Dukung 116 Ribu Pemudik Pulang Kampung

Laporan Keuangan Konsolidasian 2025 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan (anggota jaringan global RSM) dengan opini Wajar Tanpa Modifikasian tertanggal 30 Maret 2026.

“Opini tersebut memperkokoh posisi Jamkrindo sebagai institusi penjaminan yang kredibel dan profesional,” ujar Abdul Bari.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri