Game Changer Ritel Indonesia!, Aprindo Gandeng Velodiva, Era Baru Musik Legal Dimulai
Kredit Foto: Istimewa
Demi mendorong peningkatan standar industri ritel nasional, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) resmi menjalin kolaborasi dengan Velodiva untuk menghadirkan solusi konkret dalam pengelolaan musik di ruang komersial. Aprindo adalah asosiasi ritelter besar di Indonesia dengan lebih dari 200 anggota dan total lebih dari 80.000 gerai di seluruh negeri, dari Aceh hingga Papua.
Kolaborasi ini tidak hanya menjadi langkah adaptif terhadap perkembangan industri, tetapi juga merupakan upaya nyata dalam membangun sistem yang lebih transparan dan akuntabel. Melalui pendekatan berbasis teknologi, penggunaan musik di ruang komersial kini dapat dicatat dan dilaporkan secara sistematis—sebuah fondasi penting dalam menciptakan distribusi royalti yang lebih terukur dan berkeadilan.
Ketua Umum Aprindo Solihin, menyambut positif kerja sama ini dan menegaskan bahwa kolaborasi dengan Velodiva merupakan langkah penting dalam mendorong transformasi industri ritel berbasis teknologi lokal.
“Aprindo menyambut baik kerja sama dengan Velodiva, teknologi anak bangsa yang sangat luar biasa. Selain teknologinya, Velodiva juga membuka akses bagi pelaku usaha terhadap jutaan lagu Indonesia serta ambience mood yang relevan untuk kebutuhan komersial,” ujar Solihin.
Ia juga menegaskan bahwa teknologi menjadi kunci utama dalam membangun sistem pengelolaan yang lebih baik “Dengan sistem pelaporan yang akurat, distribusi royalti berjalan secara adil dan transparan. Karena itu, kita yakin teknologi menjadi kunci dalam membangun tata kelola yang lebih baik,” tambahnya.
Dari sisi teknologi, CEO Velodiva, Vedy Eriyanto, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Aprindo serta menilai kolaborasi ini sebagai langkah penting dalam mendorong pengelolaan musik yang lebih baik di industri.
“Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas inisiatif serta kesempatan kerja sama ini. Kesepakatan antara Aprindo dan Velodiva menunjukkan komitmen nyata dalam membangun tata kelola penggunaan musik di ruang komersial yang lebih terstruktur dan berkelanjutan,” ujar Vedy.
Menurut Vedy, tanpa adanya data yang akurat dan pencatatan yang sistematis, distribusi royalti yang adil tidak akan pernah tercapai. Oleh karena itu, Velodiva menghadirkan sistem berbasis real-time yang memungkinkan setiap aktivitas pemutaran musik terdokumentasi secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kolaborasi ini sekaligus menandai perubahan cara pandang pelaku usaha terhadap musik. Tidak lagi sekadar pelengkap, musik kini menjadi bagian integral dari operasional bisnis yang harus dikelola secara profesional, terukur, dan berbasis data.
Solihin menambahkan, di ritel Indonesia, musik sudah menjadi bagian dari pengalaman pelanggan yang perlu dikelola secara profesional. Kerja sama ini menjadi bentuk dukungan nyata Aprindo kepada anggota dalam menjawab kebutuhan tersebut.
Aprindo meyakini bahwa teknologi akan menjadi fondasi utama dalam membentuk masa depan industri ritel. Oleh karena itu, kerja sama dengan Velodiva dinilai sebagai langkah strategis yang tidak hanya menjawab kebutuhan saatini,tetapi juga mempersiapkan pelaku usaha menghadapi transformasi bisnis yang semakin digital.
Ke depan, sinergi antara Aprindo dan Velodiva diharapkan mampu mempercepat adopsi pengelolaan musik berlisensi resmi di seluruh Indonesia, sekaligus membuka peluang baru bagi integrasi teknologi yang lebih luas dalam mendukung pertumbuhan industri ritel nasional—menuju ekosistem yang lebih transparan, adil, dan berkelanjutan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Sufri Yuliardi
Editor: Sufri Yuliardi
Tag Terkait: