Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Antrean IPO Masih Panjang! BEI Catat Ada 13 Calon Emiten

Antrean IPO Masih Panjang! BEI Catat Ada 13 Calon Emiten Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut masih terdapat 13 perusahaan yang antre untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di pasar modal Indonesia.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyampaikan bahwa jumlah tersebut tidak termasuk PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) yang resmi melantai di bursa pada hari ini.

“Di daftar kami masih ada sekitar 13 perusahaan. Sebelumnya ada 14, tetapi yang satu (WBSA) sudah tercatat, jadi tersisa 13,” ujar Nyoman di BEI, Jumat (10/4/2026).

Nyoman menjelaskan, perusahaan-perusahaan yang sedang dalam proses IPO tersebut berasal dari berbagai sektor industri, mulai dari keuangan, energi, hiburan (entertainment), hingga barang konsumsi (consumer goods).

Menurutnya, kondisi pasar modal saat ini bergerak dinamis di tengah berbagai tantangan global. Namun demikian, minat perusahaan untuk melantai di bursa masih terlihat kuat.

“Pasar memang dalam kondisi dinamis, tetapi appetite-nya masih terlihat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Nyoman mengatakan sebagian besar calon emiten menggunakan laporan keuangan dengan periode buku yang berakhir pada Desember. Dengan demikian, BEI berharap proses pencatatan saham dapat terealisasi dalam waktu dekat.

“Harapan kami pencatatannya sekitar bulan ini, maksimal Juni. Tergantung kecepatan mereka dalam memberikan tanggapan kepada kami,” ujarnya.

Baca Juga: IPO WBSA Raup Rp302 Miliar, Saham Oversubscribe 386 Kali

Baca Juga: Pipeline IPO Dievaluasi, 12 Perusahaan Ditargetkan Melantai di Semester I 2026

Baca Juga: BEI Sebut Tak Ada Emiten Konglomerasi dan BUMN di Antrean IPO

Sebelumnya, PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (10/4/2026). Pada debutnya, saham WBSA menembus batas auto rejection atas (ARA) dengan lonjakan 34,52% ke level Rp226 dari harga penawaran Rp168.

Berdasarkan pantauan pukul 09.18 WIB, saham WBSA mencatatkan volume perdagangan sebanyak 780,7 ribu lembar saham dengan frekuensi 2.785 kali. Nilai transaksi mencapai Rp176,4 miliar.

Perseroan menjadi emiten pertama yang mencatatkan saham di BEI pada 2026 dan mendapat sambutan meriah dari investor, dengan tingkat oversubscribe mencapai 386,86 kali.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri