Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Xi Jinping Dorong Reunifikasi Beijing-Taiwan: Kita Semua Orang China

Xi Jinping Dorong Reunifikasi Beijing-Taiwan: Kita Semua Orang China Kredit Foto: AP Photo/Nicolas Asfouri
Warta Ekonomi, Jakarta -

China menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan atau pun memberikan kemerdekaan untuk wilayah dari Taiwan. Upaya kemerdekaan tersebut menurutnya adalah penyebab utama ketegangan di Selat Taiwan.

Presiden China, Xi Jinping, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentoleransi kemerdekaan dari Taiwan. Ia menyatakan hal tersebut langsung kepada Ketua Partai Kuomintang (KMT) dan Oposisi Taiwan, Cheng Li-wun, di Balai Besar Rakyat, Beijing.

Baca Juga: China Tutup Wilayah Udara, Ini Respons Kemenhub

“Ketika keluarga harmonis, segala sesuatu akan makmur. Kemerdekaan Taiwan adalah penyebab utama yang merusak perdamaian di Selat Taiwan. Kami sama sekali tidak akan mentolerir atau membiarkannya,” tegas Xi.

Xi menekankan bahwa kedua pihaknya merupakan satu bagian dari China. Ia juga menyerukan peningkatan kerja sama dan hubungan lintas selat guna mendorong reunifikasi, yang telah lama menjadi tujuan pemerintah dari Beijing.

“Warga negara di kedua sisi selat semuanya adalah orang dari China. Orang-orang dari satu keluarga yang menginginkan perdamaian, pembangunan, pertukaran, dan kerja sama,” katanya.

Cheng Li-wun diketahui merupakan ketua partai yang menguasai parlemen dari Taiwan. Ia tengah melakukan kunjungan dengan membawa misi damai ke China. Kunjungan ini berlangsung di tengah meningkatnya tekanan militer dari negara itu terhadap Taiwan.

Ia sebelumnya menyatakan bahwa kesetaraan, inklusivitas, dan persatuan harus menjadi dasar hubungan lintas dari Selat Taiwan. Ia merupakan nilai utama dari Sun Yat-sen. Oleh karenanya, ia mengajak adanya rekonsiliasi dari Taiwan dan China. Ia mengajak kedua pihak untuk bekerja sama demi menciptakan stabilitas dan kemakmuran kawasan dari Asia Pasifik.

“Kita harus bekerja sama untuk mempromosikan rekonsiliasi dan persatuan di Selat Taiwan dan menciptakan kemakmuran dan perdamaian regional,” kata Cheng.

Pemerintah Taipei sendiri berada dalam kepemimpinan dari Presiden Taiwan Lai Ching-te. Ia menolak klaim bahwa wilayahnya merupakan bagian dari China. Beijing di sisi lain juga menolak berkomunikasi dengan Lai. China menyebut tokoh politikus tersebut sebagai separatis.

Baca Juga: China Puji Korea Utara, Maju Walau Diblokade Amerika Serikat

Pernyataan Xi menegaskan kembali posisi kerasnya terhadap Taiwan. Hal itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional. Isu Taiwan tetap menjadi salah satu titik panas geopolitik global, dengan potensi dampak besar terhadap stabilitas kawasan dari Asia-Pasifik.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar