Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kemlu RI Tegaskan Belum Terima Protes Taiwan soal Latihan Militer Indonesia-China

Kemlu RI Tegaskan Belum Terima Protes Taiwan soal Latihan Militer Indonesia-China Kredit Foto: Unsplash/Filip Andrejevic
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Luar Negeri RI menyatakan belum menerima protes resmi dari Taiwan terkait latihan militer Indonesia dan China di sebelah timur Taiwan. Informasi mengenai keberatan Taipei justru diketahui pemerintah Indonesia melalui pemberitaan media.

Juru bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di gedung Palapa, Kemlu, Jakarta, Kamis (13/8/2026). Pernyataan itu disampaikan saat Yvonne ditanya mengenai respons Taiwan terhadap latihan tersebut.

"Tidak ada," kata Yvonne saat ditanya apakah Kemlu RI menerima pemberitahuan dari Taiwan.

Yvonne mengatakan latihan tersebut merupakan passing exercise yang lazim dilakukan oleh angkatan laut berbagai negara. Kegiatan itu dilakukan saat kapal perang melintasi wilayah perairan negara-negara tertentu.

"Ini adalah latihan bersama secara terbatas atau passing exercise dengan Angkatan Laut sejumlah negara yang dilintasi," kata dia.

Yvonne menegaskan kegiatan tersebut bukan latihan perang. Menurutnya, interaksi antarangatan laut merupakan bagian dari diplomasi maritim Indonesia.

"Passing exercise bukanlah latihan tempur. Bagi Indonesia interaksi semacam ini adalah bagian dari diplomasi maritim."

Kemlu RI menyebut laut tidak hanya berfungsi sebagai jalur penghubung antarnegara. Wilayah perairan juga dapat menjadi ruang untuk membangun kerja sama dan kepercayaan.

Yvonne menegaskan kegiatan tersebut sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif Indonesia. Pemerintah juga terbuka menjalin kerja sama konstruktif dengan berbagai negara.

"Dan passing exercise ini sejalan dengan polugri bebas aktif Indonesia dan kita tentunya selalu terbuka untuk bekerja sama dan membangun hubungan yang konstruktif dengan berbagai negara-negara mitra," ungkap Yvonne.

Yvonne memahami latihan tersebut mendapat perhatian karena berlangsung di perairan timur Taiwan. Namun, dia menjelaskan kehadiran KRI Gusti Ngurah Rai-332 merupakan bagian dari perjalanan kapal tersebut kembali ke Indonesia.

Kapal perang Indonesia itu melakukan interaksi terbatas dengan angkatan laut negara-negara yang dilewati sepanjang rute pelayaran. Kegiatan tersebut disebut sebagai bagian dari praktik diplomasi maritim.

Sebelumnya, Taiwan mengecam latihan navigasi yang dilakukan China bersama Indonesia di perairan timur pulau tersebut. Taipei menilai aktivitas itu berpotensi meningkatkan ketegangan di kawasan.

Dewan Urusan Daratan Taiwan juga menyebut latihan tersebut sebagai "provokasi militer". Taipei meminta kegiatan tersebut dihentikan karena dinilai mengganggu status quo di kawasan.

Militer China pada 11 Agustus mengumumkan latihan navigasi bersama fregat Angkatan Laut Indonesia. Latihan tersebut mencakup kegiatan komunikasi dan pengisian bahan bakar di laut.

Beijing menyebut kegiatan itu bertujuan meningkatkan kemampuan kerja sama kedua negara di bidang maritim. Namun, Taiwan menilai lokasi latihan memiliki sensitivitas tersendiri.

KRI Gusti Ngurah Rai-332 sebelumnya berangkat dari Yokosuka, Jepang, pada 9 Agustus. Kapal tersebut kemudian memasuki perairan timur dan tenggara Taiwan pada 11 Agustus sebelum melanjutkan perjalanan ke arah selatan.

Baca Juga: Taiwan Kecam Latihan China-Indonesia di Dekat Wilayahnya, Ini Sikap TNI AL

Laporan mengenai pergerakan kapal tersebut menyebut KRI Gusti Ngurah Rai-332 turut dipantau oleh militer China. Namun, otoritas yang memantau aktivitas militer di Taiwan menduga pergerakan kapal Indonesia merupakan bagian dari transit rutin.

Kondisi tersebut berbeda dengan gambaran latihan militer yang disampaikan Beijing. Indonesia sendiri menegaskan kegiatan yang dilakukan merupakan passing exercise dan bukan latihan tempur.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy

Tag Terkait: