Kredit Foto: Istimewa
Menurut Bahlil, pemerintah terus berupaya mencari sumber-sumber energi yang paling efisien, demi menjaga kelangsungan energi nasional di tengah dinamika global.
Impor minyak mentah RI dari Teluk Arab yang melintasi Selat Hormuz mencapai 20%.
Pemerintah pun melakukan diversifikasi sumber pasokan dari berbagai negara, seperti Angola, Nigeria, hingga Amerika Serikat.
“Saya ingin menyampaikan, masa kritis kita terhadap dinamika global untuk BBM, alhamdulillah kita sudah lewati,” tambahnya.
Baca Juga: Bahlil Bawa Kabar Baik, Indonesia Lewati Masa Kritis Stok BBM!
Langkah impor minyak mentah ini dilakukan beriringan dengan upaya pemerintah menggenjot program mandatori Biodiesel 50 (B-50), yang dijadwalkan meluncur pada 1 Juli mendatang.
Strategi kedua ini diharapkan mampu menekan ketergantungan Indonesia terhadap pasar minyak global, dan memperkuat posisi tawar energi nasional. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus