Prabowo: Ancaman Negara Kini Bergeser ke Dunia Digital, AI dan Medsos Jadi Senjata Baru
Kredit Foto: Dok. BPMI
Presiden Prabowo Subianto mengatakan, ancaman terhadap negara kini tidak lagi didominasi kekuatan militer, melainkan bergeser ke ranah digital melalui media sosial dan kecerdasan buatan (AI), yang mampu membentuk opini publik secara masif.
Menurut Prabowo, perkembangan teknologi digital memungkinkan satu individu mengelola banyak akun sekaligus dengan biaya yang relatif murah.
Dari satu akun, jumlahnya dapat berkembang menjadi ratusan hingga ribuan akun, yang saling terhubung dan memperkuat narasi tertentu.
Pola ini jauh berbeda dibandingkan ancaman konvensional yang mengandalkan kekuatan militer.
“Bisa bikin heboh, ini namanya echo chamber, ada dalam pelajaran-pelajaran intelijen,” kata Prabowo, dikutip di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Sebagai informasi, fenomena echo chamber membuat seseorang terus terpapar informasi yang sejalan dengan pandangannya.
Kondisi ini diperkuat oleh algoritma media sosial yang menciptakan ruang tertutup, sehingga memperbesar bias dan mempercepat penyebaran hoaks.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyoroti kemampuan AI dalam menciptakan konten manipulatif.
Ia mengaku terkejut melihat video yang menampilkan dirinya melakukan hal-hal yang tidak pernah ia lakukan.
Ia menilai teknologi tersebut tetap memiliki sisi positif, tetapi penggunaannya perlu diawasi, karena berpotensi memengaruhi persepsi publik secara luas jika disalahgunakan.
Sejalan dengan hal ini, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengatakan, saat ini Peta Jalan AI masih dalam proses dan akan segera diselesaikan.
Baca Juga: Ketika Backup dan Keamanan Data Kini Jadi Masalah Ekonomi AI
Peta Jalan AI ini nantinya akan sebagai instrumen regulasi AI di Indonesia, guna memastikan pemanfaatan AI berjalan aman dan bertanggung jawab.
“Saat ini mohon doanya juga, semoga peraturan presiden tentang Peta Jalan AI Nasional dan Etika Tata Kelola AI ini bisa segera kita rampungkan,” ujar Wamen Nezar Patria di Jakarta Selatan, Rabu (8/4/2026). (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: