Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Selain penambahan kapasitas, PLN juga menyiapkan infrastruktur Green Enable Super Grid sepanjang 48.000 kilometer sirkuit (kms).
Jaringan besar ini dirancang untuk mengatasi ketidaksesuaian antara lokasi sumber EBT, yang umumnya berada di daerah terpencil dengan pusat-pusat beban industri.
Darmawan menekankan, strategi ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat swasembada energi nasional, melalui peralihan dari energi fosil berbasis impor menuju energi hijau berbasis domestik.
Dalam rencana tersebut, energi baru seperti nuklir juga akan mulai masuk ke dalam sistem dengan kapasitas 500 MW.
"Kita juga beralih dari bahan bakar fosil yang ada komponen impornya, menjadi bahan bakar terbarukan yang berbasis pada domestik.
Harapannya, penggunaan energi yang masih berbasis pada impor dan energi mahal, yaitu BBM, harus segera kami kurangi dalam jangka waktu pendek dan menengah,” paparnya.
Baca Juga: PLN Butuh Waktu 11-14 Tahun Bangun PLTN, RUPTL Berpotensi Diperpanjang Hingga 2040
Secara fundamental, sistem kelistrikan nasional per Maret 2026 dilaporkan berada dalam kondisi normal, dengan Daya Mampu Netto (DMN) sebesar 71,15 GW, dan margin cadangan pada level 39%.
Keandalan ini diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, melalui penyediaan energi yang berkelanjutan dan kompetitif di pasar global. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait:
Advertisement