Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Banyak Potensi Short Squeeze, Harga Bitcoin Hari Ini (15/4) Gagal Tembus US$76.000

Banyak Potensi Short Squeeze, Harga Bitcoin Hari Ini (15/4) Gagal Tembus US$76.000 Kredit Foto: Unsplash/Kanchanara
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga bitcoin sempat menunjukkan peluang breakout pada perdagangan pagi hari di Rabu (15/4). Namun aset kripto tersebut kembali gagal menembus level resistensi kuat yang telah menahan kenaikan selama lebih dari dua bulan terakhir.

Dikutip dari Coinmarketcap, harga bitcoin sempat menyentuh level US$76.000. Namun ia pada akhirnya berbalik arah hanya dalam hitungan menit dan turun kembali ke US$74.000.

Baca Juga: Bhutan Jual Besar-Besaran Aset Bitcoin, Mulai Tinggalkan Kripto?

Head of Research K33 Research, Vetle Lunde mengungkapkan bahwa meski harga sempat naik, data pasar menunjukkan pelaku pasar masih cenderung bearish menyusul sejumlah faktor yang ada dalam pasar terkait bitcoin.

Funding Rate Bitcoin Perpetual Binance diketahui tetap negatif selama sebelas periode berturut-turut. Rata-rata funding rate selama tiga puluh hari juga negatif selama empat puluh enam hari berturut-turut. Kondisi ini menandakan banyak trader masih membuka posisi short.

Selain itu, open interest yang terus meningkat menunjukkan bahwa posisi baru terus masuk ke pasar. Mayoritas berupa posisi short, bukan penutupan posisi lama yang memperkuat indikasi tekanan bearish jangka pendek.

Namun, kombinasi antara funding rate negatif berkepanjangan, open interest meningkat dan harga tetap bertahan tinggi secara historis sering menjadi pemicu short squeeze atau kondisi di mana harga melonjak tajam akibat likuidasi posisi short.

“Kondisi seperti ini sebelumnya sering menjadi titik masuk menarik untuk bitcoin dan aset kripto unggulan lainnya,” ujar Lunde.

Lunde menambahkan bahwa situasi saat ini mirip dengan periode tekanan pasar sebelumnya, seperti pelarangan mining bitcoin hingga pasca runtuhnya FTX 2022. Pada periode tersebut, pasar sempat mengalami lonjakan harga setelah tekanan short memuncak.

Meski gagal breakout dalam jangka pendek, kondisi pasar saat ini dinilai masih membuka peluang kenaikan lanjutan. Faktor kunci yang perlu diperhatikan adalah perubahan funding rate,pergerakan hingga reaksi harga terhadap level resistensi.

Pergerakan bitcoin saat ini menunjukkan tarik-menarik antara sentimen bearish dan potensi rebound. Jika tekanan short terus menumpuk, pasar berpotensi mengalami lonjakan tajam dalam waktu dekat.

Sebelumnya, harga bitcoin tertekan akibat belum adanya sinyal damai terkait dengan perang dari Iran dan Amerika Serikat. Washington menyatakan telah mencapai kemajuan signifikan dalam perundingan dengan Iran. Namun Teheran akan menjadi penentu hasil akhir upaya mengakhiri konflik yang berlangsung lebih dari satu bulan lamanya di Timur Tengah.

Wakil Presiden Amerika Serikat, James David Vance mengatakan bahwa keputusan untuk melanjutkan negosiasi kini berada di Teheran. Vance menegaskan bahwa pihaknya telah mengajukan berbagai proposal dalam perundingan tersebut.

“Apakah kita akan melakukan pembicaraan lebih lanjut, apakah kita akhirnya mencapai kesepakatan, saya benar-benar berpikir bola ada di tangan mereka karena kita telah mengajukan banyak hal,” kata Vance.

Vance menekankan bahwa kesepakatan hanya dapat tercapai jika negara tersebut memenuhi “garis merah” tuntutannya, terutama terkait ambisi nuklir. Menurutnya, jika syarat tersebut dipenuhi, kesepakatan berpotensi menguntungkan kedua pihak.

Pembukaan Selat Hormuz juga menjadi bagian penting dalam negosiasi. Amerika Serikat berharap adanya kemajuan dalam menjamin kelancaran jalur pelayaran penting dalam kawasan tersebut.

Baca Juga: Jepang Akan Klasifikasikan Bitcoin Cs Jadi Produk Keuangan

Vance memperingatkan bahwa arah negosiasi dapat berubah jika tak ada langkah konkret dari Iran. Hal ini menandakan tekanan tetap diberikan meski ada klaim kemajuan dalam pembicaraan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait:

Advertisement