Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Unifam Dorong 15 UMK Pangan Olahan Naik Kelas

Unifam Dorong 15 UMK Pangan Olahan Naik Kelas Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT United Family Food (Unifam) berkolaborasi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Manado untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing Usaha Mikro Kecil (UMK) di sektor pangan olahan.

Melalui inisiatif "Program Nasional Orang Tua Angkat", Unifam memberikan pendampingan teknis agar para pelaku UMK lokal mampu memproduksi pangan yang aman, bermutu, dan siap "naik kelas".

Kegiatan bimbingan teknis (bimtek) ini diselenggarakan di Kantor Balai Besar POM Manado, Sulawesi Utara, pada 8 hingga 10 April 2026. Program ini diikuti secara intensif oleh 15 pelaku UMK pangan olahan binaan BPOM setempat.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta dibekali pengetahuan komprehensif yang menjadi urat nadi industri pangan.

Materi yang diberikan mencakup pemahaman standar keamanan pangan, penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), hingga tata cara penyusunan label dan kemasan produk agar sesuai dengan regulasi pemerintah.

Government Relations & CSR Unifam, Danang Haris Pramudityo, menjelaskan bahwa materi tersebut dirancang khusus agar UMK tidak hanya sekadar tahu, tetapi juga mampu mengimplementasikan standar BPOM dalam kegiatan produksi mereka sehari-hari.

"Melalui kolaborasi ini, kami berharap UMK pangan olahan dapat semakin siap memenuhi standar keamanan dan mutu yang ditetapkan, sehingga mampu meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar secara berkelanjutan," ujar Danang dalam keterangan resminya, Selasa (14/4).

Target jangka menengah dari pendampingan ini adalah mendorong para pelaku UMK agar segera memenuhi persyaratan untuk memperoleh izin penerapan CPPOB.

Kepemilikan izin ini merupakan indikator krusial yang menjamin bahwa produk pangan yang dihasilkan telah teruji keamanan dan mutunya sebelum diedarkan ke masyarakat luas.

Di sisi lain, partisipasi aktif Unifam dalam program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menggerakkan perekonomian akar rumput.

Head of Human Capital & Corporate Affairs Unifam, Windy Prastiwi, menegaskan bahwa perusahaannya melihat UMK sebagai tulang punggung ekonomi yang strategis, sehingga penguatan kapasitas mereka adalah sebuah keharusan.

"Unifam percaya bahwa penguatan kapasitas UMK merupakan bagian penting dari pembangunan ekosistem pangan yang berkelanjutan. Dukungan ini juga sejalan dengan komitmen kami dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat," tutur Windy.

Sinergi antara sektor swasta dan pemerintah ini diharapkan menjadi katalisator bagi para pelaku UMK. Dengan pendampingan yang tepat sasaran, UMK tidak hanya diharapkan mampu bersaing secara kualitas produk, tetapi juga menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Advertisement