Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Perkuat Struktur Modal, WMPP Rancang Rights Issue 8,5 Miliar Saham

Perkuat Struktur Modal, WMPP Rancang Rights Issue 8,5 Miliar Saham Kredit Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) berencana melakukan penambahan modal melalui skema Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.

Dalam aksi korporasi ini, Perseroan akan menerbitkan sebanyak 8,5 miliar saham baru yang berasal dari portepel dengan nilai nominal Rp20 per saham.

Manajemen menyampaikan bahwa sebagian pelaksanaan PMHMETD akan dilakukan melalui konversi atas hak tagih pemegang saham dan pemegang Medium Term Notes (MTN) kepada Perseroan.

Langkah ini dinilai strategis karena berpotensi memperbaiki struktur permodalan. Dengan adanya konversi utang menjadi ekuitas, rasio pinjaman terhadap ekuitas (debt to equity ratio) diharapkan menurun secara signifikan.

"Perseroan memperkirakan bahwa rencana penambahan modal dengan memberikan HMETD akan berpengaruh positif terhadap kondisi keuangan Perseroan," kata manajemen.

Selain itu, dana hasil rights issue juga akan digunakan sebagai modal kerja untuk mendukung operasional dan ekspansi bisnis. Dengan tambahan likuiditas ini, Perseroan berharap dapat meningkatkan kinerja usaha sekaligus memperkuat daya saing di industri.

"Detail dari rencana penggunaan dana PMHMETD ini akan diungkapkan dalam Prospektus PMHMETD yang nantinya akan diterbitkan Perseroan," ujar manajemen.

Baca Juga: Pengelola Hypermart (MPPA) Bidik Dana Segar Rp1,19 Triliun Lewat Rights Issue

Baca Juga: Tambah Modal, Grup Bakrie (VKTR) Berencana Rights Issue 21,87 Miliar Saham

Dalam pelaksanaannya, Perseroan mengimbau para pemegang saham untuk berpartisipasi dalam HMETD. Pasalnya, jika tidak menggunakan haknya, maka kepemilikan saham investor berpotensi terdilusi.

Untuk mendapatkan persetujuan atas rencana ini, WMPP akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 21 Mei 2026.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Advertisement