Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Mengapa Publik Puas pada Prabowo–Gibran? Jawabannya Ada di Program MBG

Mengapa Publik Puas pada Prabowo–Gibran? Jawabannya Ada di Program MBG Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Hasil survei Poltracking Indonesia menunjukkan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu faktor utama yang menyumbang kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, menyampaikan hal tersebut dalam rilis daring hasil evaluasi kinerja pemerintah dan program prioritas nasional di Jakarta, Senin (13/4/2026).

Survei yang dilakukan pada 2–8 Maret 2026 mencatat 75,1 persen publik percaya terhadap pemerintahan Prabowo–Gibran. Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja presiden mencapai 74,9 persen, sementara kepuasan terhadap kinerja pemerintahan berada di angka 74,1 persen.

“Baik oleh mereka yang mendukung ataupun mereka yang kontra terhadap program MBG ini. Jadi kalau kita perhatikan, alasan publik puas terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, 23 persen itu disokong oleh kepuasan terhadap makan bergizi gratis," ungkapnya.

Meski terdapat perbedaan pandangan publik terhadap program tersebut, MBG tetap menorehkan persepsi positif bagi pemerintahan Prabowo–Gibran

"Jadi di tengah kontroversi dan perbedaan pandangan berkaitan dengan program ini, ternyata oleh publik secara umum mendapatkan perhatian yang cukup baik,” ujarnya.

Program ini bahkan menjadi yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dengan tingkat pengakuan mencapai 36,5 persen. Angka tersebut melampaui sejumlah program prioritas lain seperti Bantuan Subsidi Upah (BSU), layanan kesehatan gratis, Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Baca Juga: Presiden Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan di Istana Élysée, Perkuat Hubungan Indonesia–Prancis

Baca Juga: Prabowo Ungkap Peran Putin di Balik Cepatnya Indonesia Masuk BRICS

Hasil survei juga menunjukkan bahwa program yang menyasar kebutuhan dasar masyarakat memberikan dampak besar terhadap persepsi publik, terutama bagi kelompok menengah ke bawah sebagai penerima manfaat utama.

“Namun meski 88 persen publik mengetahui program MBG, tingkat kepuasan baru 55,5 persen, sehingga diperlukan komunikasi dan perbaikan implementasi,” kata Masduri.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Advertisement