Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
"Kemudian kerja sama ini diprogramkan untuk mencapai 2 tahun sudah diharapkan terjadi monetisasi."
"Jadi sudah bisa menghasilkan produk yang bisa mendapatkan devisa untuk negara. Kira-kira seperti itu," tambahnya.
Berdasarkan materi paparan, PT Timah telah mengamankan pasokan bahan baku dari tailing pengolahan berupa Sisa Hasil Produksi (SHP) sebanyak 10.000 ton, yang terbagi dalam tiga gundukan besar.
Baca Juga: PT TIMAH Sabet PROPER Emas 2025, Buktikan Komitmen Pertambangan Berkelanjutan
Selain itu, tersedia stok monasit sebesar ±1.000 ton (kadar tinggi) di BPM Muntok, yang siap ditampilkan saat seremoni groundbreaking.
Secara keseluruhan, pengembangan industri REE ini akan mencakup rantai nilai yang lengkap, mulai dari upstream (eksplorasi dan beneficiation monasit), midstream (cracking dan pemurnian menjadi oksigen individu), hingga downstream sebagai komponen baterai kendaraan listrik (EV), magnet, hingga industri pertahanan. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait:
Advertisement