Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Komdigi Pastikan Tak Ada Pemblokiran Gim, Industri Tetap Jalan Meski Rating IGRS Ditunda

Komdigi Pastikan Tak Ada Pemblokiran Gim, Industri Tetap Jalan Meski Rating IGRS Ditunda Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan tidak ada pemblokiran terhadap gim di Indonesia, meski rating Indonesia Game Rating System (IGRS) ditunda sementara, di tengah upaya evaluasi dan investigasi menyeluruh terhadap sistem tersebut.  

Penegasan ini disampaikan untuk merespons kekhawatiran publik dan pelaku industri yang sempat mencuat seiring polemik IGRS.

Komdigi memastikan penghentian sementara hanya berlaku pada proses rating, bukan pada distribusi atau akses terhadap gim.  

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Sonny Hendra Sudaryana mengatakan, keputusan ini diambil sebagai langkah perbaikan, agar sistem IGRS ke depan bisa berjalan lebih kuat, transparan, dan kredibel.

Evaluasi dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek kebijakan, sistem, proses, teknologi, hingga organisasi dan sumber daya manusia.  

“Sambil menunggu seluruh proses investigasi dan evaluasi ini selesai, kami memutuskan menunda sementara proses rating IGRS secara keseluruhan."

"Saya tegaskan sekali lagi, penundaan ini sifatnya hanya sementara," jelas Sonny dalam konferensi pers terkait IGRS di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Ia juga menegaskan tidak ada gim yang diblokir.

"Jadi perlu di-highlight, enggak ada gim yang diblokir."

"Dari sejak awal pun tidak ada yang diblokir, karena pemblokiran itu beda mekanismenya," tutur Sonny.

Di tengah proses tersebut, komunikasi dengan pelaku industri terus diperkuat.

Baca Juga: Roblox Lirik Potensi Besar Kreator Gim Indonesia

Asosiasi Game Indonesia Syafiq Husein menyebut situasi ini justru membuka ruang dialog yang lebih intens antara regulator dan pelaku usaha, agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar berpihak pada pertumbuhan industri.

"Dengan adanya kejadian ini, kita jadi membuka pintu komunikasi, supaya sistem ini bisa berjalan dengan baik," ujarnya. (*)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus

Advertisement