Kredit Foto: Kementerian Perdagangan
Di tengah peluang emas bonus demografi, fakta mengejutkan justru muncul, yaitu tingkat pengangguran terbuka yang meningkat dari kalangan lulusan perguruan tinggi, mulai dari diploma hingga pascasarjana.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2025, tingkat pengangguran terbuka nasional mencapai 4,76 persen dari total angkatan kerja.
Fenomena ini menjadi sorotan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, yang menegaskan pentingnya generasi muda berani mengambil jalan wirausaha sebagai solusi..
“Fenomena ini menyuarakan sebuah pesan tentang pentingnya mendorong, melatih, dan memfasilitasi generasi muda untuk berani menjadi wirausahawan sesuai dengan ketertarikan pribadi dan potensi daerah masing-masing. Menjadi pelaku usaha artinya menghadirkan solusi melalui produk yang dijual dan membuka ruang pemberdayaan masyarakat sekitar,” jelas Wamendag, dikutip dari siaran pers Kemendag, Jumat (17/4).
Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor I Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Ir. H. Rujito Agus Suwignyo, M.Agr menggarisbawahi komitmen kampus tersebut dalam mendukung lahirnya wirausahawan muda yang kreatif dan berdaya saing global. “Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak dan program inkubasi, kami berupaya menumbuhkan jiwa kewirausahaan yang kokoh di lingkungan kampus agar lulusan kita tidak hanya mencari kerja, tetapi mampu menciptakan nilai tambah di masyarakat," ucap Rujito.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatra Selatan, Cik Ujang dalam sambutannya mengenalkan program 100.000 Sultan Muda Sumsel. “Program ini merupakan ikhtiar kita bersama untuk membentuk generasi muda yang mandiri secara ekonomi. Dengan melahirkan wirausahawan baru, kita tidak hanya membangun kapasitas individu, tetapi juga membuka lapangan kerja demi kesejahteraan masyarakat,” tandas Cik Ujang.
Lebih lanjut, Wamendag Roro menambahkan, bagi pelaku usaha yang ingin merambah pasar internasional, Kemendag hadir menyediakan berbagai fasilitasi nyata yang dapat dimanfaatkan masyarakat, salah satunya melalui perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri. Ia kemudian mengelaborasi keberhasilan fasilitasi ekspor sepanjang tahun 2025 yang sangat impresif.
Melalui berbagai kegiatan pitching dan business matching, perwakilan perdagangan RI telah mendampingi sekitar 1.200 UMKM dengan potensi transaksi mencapai USD 134,8 juta atau setara dengan Rp2,2 triliun. “Capaian ini sangatlah membanggakan dan perlu menjadi pemantik mahasiswa untuk berani melangkah ke arena global. Saya harap, mahasiswa Indonesia memiliki daya saing yang mumpuni di tengah ekosistem perdagangan yang dinamis dan kompetitif,” tutur Wamendag Roro.
Baca Juga: Ancaman PHK 3 Bulan Lagi, Ribuan Buruh di Jawa Terancam
Baca Juga: Industri TPT Jadi Pilar Ekonomi, Surplus dan Lapangan Kerja Meningkat
Salah satu mahasiswa yang diajak berdialog dengan Wamendag Roro di atas panggung, Arkam, membagikan potensi komoditas unggulan dari kampung halamannya di Tanjung Batu lengkap dengan tantangan yang dihadapi. Arkam menyatakan apresiasinya terhadap sesi yang dibawakan oleh Wamendag Roro. “Banyak wawasan baru yang saya dapatkan, terutama mengenai pentingnya memanfaatkan momentum bonus demografi oleh generasi muda sebagai peluang untuk berwirausaha. Hal ini selaras dengan visi saya untuk menjadi pengusaha besar yang saya mulai dengan menjadi peternak termuda dan inovatif di Sumatra Selatan," kata Arkam.
Sebagai wujud konkret dukungan terhadap wirausahawan muda, Kemendag telah meluncurkan program Campuspreneur. Program ini didesain secara komprehensif untuk mewadahi generasi muda kreatif yang siap naik kelas secara berkelanjutan, serta mengakselerasi lahirnya pengusaha baru dari kalangan akademisi sekaligus membuka pintu akses pasar global bagi karya-karya inovatif anak bangsa.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait:
Advertisement