Kredit Foto: Uswah Hasanah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan rawan koreksi pada perdagangan Senin, 20 April 2026. Meski sebelumnya ditutup menguat 0,17% ke level 7.634 pada Jumat (17/4), pergerakan pasar masih dibayangi aksi jual.
Sentimen global menjadi salah satu pemicu keraguan pelaku pasar. Ketidakpastian terkait proses negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran masih menjadi perhatian, terutama setelah sempat ada kabar pembukaan Selat Hormuz yang kemudian kembali ditutup oleh Iran.
Tim Analis MNC Sekuritas menilai, secara teknikal IHSG masih menunjukkan tren penguatan dalam jangka menengah. Pada timeframe mingguan, indeks tercatat naik 2,35% dengan dukungan volume beli yang meningkat, meski belum mampu menembus MA60.
"Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini sedang berada di akhir wave [iv] pada label hitam atau alternatifnya di akhir wave [a] dari wave B pada label merah. Hal tersebut berarti, IHSG rawan bergerak terkoreksi dengan area koreksi terdekat diperkirakan akan menguji 7,245-7,575 sekaligus menutup beberapa area gap-nya," kata analis MNC Sekuritas.
Level support IHSG berada di 7.488 dan 7.351, sementara resistance berada di 7.700 hingga 7.861.
Baca Juga: Saham Prajogo Jadi Motor Penggerak IHSG hingga Melesat Pekan Ini
Baca Juga: WBSA Kalah! Ini Saham Pencetak Cuan Terbesar Pekan Ini
Rekomendasi Saham Awal Pekan
Di tengah potensi koreksi, analis memberikan sejumlah rekomendasi saham dengan strategi buy on weakness:
PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) - Buy on Weakness
AUTO terkoreksi 0,37% ke 2,720 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. Saat ini, posisi AUTO diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave iii dari wave (b) dari wave [v].
Buy on Weakness: 2,630-2,720
Target Price: 2,790, 2,920
Stoploss: below 2,540
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) - Buy on Weakness
BBRI menguat 0,59% ke 3,430 dan masih didominasi oleh volume pembelian meskipun cenderung menurun. Analis memperkirakan, posisi BBRI saat ini sedang berada pada bagian dari wave (b) dari wave [b] pada label hitam.
Buy on Weakness: 3,280-3,400
Target Price: 3,510, 3,610
Stoploss: below 3,260
PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) - Buy on Weakness
CMRY menguat 2,42% ke 4,650 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Posisi CMRY saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave C dari wave (4).
Buy on Weakness: 4,520-4,640
Target Price: 4,790, 4,880
Stoploss: below 4,400
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) - Buy on Weakness
MDKA menguat 1,51% ke 3,370 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Analis memperkirakan, posisi MDKA saat ini sedang berada pada bagian dari wave [c] dari wave 2 pada label hitam atau wave B pada label merah.
Buy on Weakness: 3,230-3,310
Target Price: 3,470, 3,590
Stoploss: below 3,100
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Disclaimer: Keputusan untuk melakukan aksi jual atau beli saham sepenuhnya ada di tangan pembaca. Segala risiko kerugian dari setiap keputusan investasi yang diambil menjadi tanggung jawab pembaca.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait:
Advertisement