Kredit Foto: Syarikat Islam
Pemerintah membuka rekrutmen besar-besaran sebanyak 30.000 sarjana untuk mengisi posisi manajer di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Langkah ini menjadi bagian penting dalam mempercepat operasionalisasi koperasi desa sekaligus menghadirkan SDM unggul di tingkat lokal.
Selain itu, Kementerian Koperasi (Kemenkop) juga merekrut tenaga pendamping Project Management Officer (PMO) dan Business Assistant (BA) yang ditempatkan di Dinas Koperasi daerah serta KDKMP. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat tata kelola dan memastikan aspek bisnis koperasi berjalan berkelanjutan.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan, perekrutan ini merupakan tahapan krusial dalam memastikan KDKMP benar-benar menjadi pilar ekonomi desa.
Hal tersebut disampaikan Menkop dalam kuliah umum kepada Perwira Siswa (Persis) Pendidikan Reguler (Dikreg LV) Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI TA 2026 di Bandung, Jumat (17/4/2026).
"Beberapa hari lalu kami bersama dengan Menko Pangan (Zulkifli Hasan) mengumumkan untuk merekrut 30 ribu sarjana untuk menjadi manager koperasi sebagai bagaian yang tidak terpisahkan dalam tahapan operasional yang menjadi tahapan penting dan menentukan," katanya, dikutip dari siaran pers Kemenkop, Senin (20/4).
Dalam kesempatan tersebut, Menkop juga menekankan bahwa koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan instrumen konstitusional untuk mewujudkan kemakmuran rakyat secara bersama-sama. Sejarah mencatat koperasi pernah berperan besar dalam sektor produksi, distribusi, hingga industri.
"Presiden Prabowo menegaskan negara harus hadir kembali mengatur sistem ekonomi,” katanya.
Data dari Kemenkop mencatat bahwa saat ini sebanyak 83.374 KDKMP telah memiliki badan hukum resmi dan saat ini sedang diakselerasi proses pembangunan fisiknya seperti gerai, gudang dan sarana prasarana pendukungnya sebanyak 35 ribu unit. Sementara itu sebanyak 4.200 unit KDKMP telah rampung 100 persen dan siap memasuki tahap operasional.
Dalam proses pembentukan badan hukum hingga pembangunan fisiknya, Menkop Ferry mendapati berbagai tantangan dan masalah mendasar di desa/ kelurahan yaitu ketiadaan listrik, internet, cold storage, hingga fasilitas nelayan.
Baca Juga: Kopdes Merah Putih, Desa Bakal Punya Armada Ekonomi Sendiri
Baca Juga: Kopi Indonesia Go Global, Espresso 7oz Cafe Ekspansi ke Uzbekistan
“Fakta ini menunjukkan pentingnya membangun bangsa dari desa dan pinggiran sebagaimana tertuang di dalam Astra Cita nomor 6 yaitu membangun dari bawah dan dari desa," ujarnya.
Menkop Ferry juga kembali menegaskan bahwa KDKMP memiliki tiga fungsi utama yaitu distribusi barang kebutuhan pokok, penyerap hasil produksi masyarakat (offtaker) serta penyalur program pemerintah seperti bantuan sosial dan pangan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Advertisement