Kredit Foto: Dok. Kemenpar
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menegaskan komitmennya memperkuat sektor gastronomi nasional melalui peningkatan kualitas untuk mendorong daya saing destinasi pariwisata Indonesia di tingkat global.
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar, Martini M. Paham, menekankan bahwa pengembangan gastronomi harus dipandang sebagai sistem terintegrasi yang mencakup enam aspek utama.
"Ini mencakup kualitas sumber daya manusia, standar kebersihan dan sanitasi, pemahaman budaya, penciptaan nilai, strategi kolaborasi, hingga penguatan pemasaran," ucapnya, dikutip dari siaran pers Kemenpar, Selasa (21/4).
Ia menambahkan, gastronomi tidak hanya berkaitan dengan makanan, tetapi juga mencerminkan pengalaman, identitas, serta cara sebuah destinasi dikenali melalui rasa dan cerita yang menyertainya.
Pengalaman wisatawan, menurutnya, sering kali tidak hanya dibentuk oleh apa yang dilihat, tetapi juga oleh apa yang dirasakan melalui makanan dan interaksi budaya yang melingkupinya. Oleh karena itu, pengalaman kuliner memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat kepuasan dan loyalitas wisatawan, yang pada akhirnya berkontribusi pada keberlanjutan destinasi wisata.
Sebagai bagian dari penguatan gastronomi nasional, Kemenpar telah menyelenggarakan talkshow “Ruang Diskusi Strategis” bertema “Peran Perempuan dalam Strategi Pengembangan Wisata Gastronomi Indonesia” pada 7 April 2026, yang dilaksanakan secara daring dan luring. Forum ini menjadi ruang untuk memperdalam pemahaman sekaligus mendorong kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
Perempuan dinilai memiliki peran sentral dalam pengembangan pariwisata gastronomi, baik sebagai penjaga pengetahuan kuliner tradisional, pengusaha, maupun pencipta pengalaman wisata yang autentik dan bernilai budaya tinggi. Peran ini menjadi fondasi penting dalam melahirkan inovasi serta memperkuat kualitas gastronomi Indonesia.
“Gagasan yang lahir dari forum ini diharapkan tidak berhenti pada tataran diskusi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret dalam pengembangan wisata gastronomi nasional. Kualitas gastronomi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan sistem pengelolaannya,” kata Diah.
Baca Juga: Dekarbonisasi Industri: 5 Pilar Jadi Kunci RI Capai Net Zero 2050
Baca Juga: Lonjakan Harga Bahan Baku Tekan Industri TPT, Pemerintah Klaim Antisipasi Global
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Asisten Deputi Bidang Manajemen Strategis Kemenpar, I Gusti Ayu Dewi Hendriyani, serta Asisten Deputi Bidang Pengembangan Usaha dan Akses Permodalan Kemenpar, Hanifah.
Melalui langkah ini, Kemenpar menegaskan komitmennya untuk menjadikan gastronomi sebagai kekuatan strategis dalam membangun identitas pariwisata Indonesia yang berkarakter, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait:
Advertisement