Kredit Foto: Ist
Peringatan Hari Kartini kini tak lagi sekadar perayaan seremonial berbalut kebaya. Di kawasan pesisir Rembang, Jawa Tengah, nyala api emansipasi dan semangat pantang menyerah itu hidup dalam keseharian Ibu Eko Purwanti.
Lewat usaha rengginang olahan laut, ia tak hanya mengangkat perekonomian keluarga, tetapi juga menjadi motor penggerak bagi perempuan di sekitarnya.
Sebagai nasabah PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Pati, Ibu Eko merintis usaha katering dan rengginang laut dari skala yang sederhana. Menariknya, ia tidak ingin sukses sendirian. Ibu Eko merangkul ibu-ibu di pesisir Rembang untuk bersama-sama memproduksi camilan tersebut melalui sistem klasterisasi usaha.
Tak hanya fokus pada urusan dapur dan ekonomi, kepedulian Ibu Eko juga menyentuh isu sosial. Ia diketahui aktif turun tangan dalam program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) guna memastikan kebutuhan gizi anak-anak di lingkungannya terpenuhi.
"Saya berharap usaha ini bisa terus berjalan. Bukan cuma untuk menghidupi keluarga, tapi supaya ibu-ibu di sekitar sini juga bisa merasakan punya penghasilan. Pelan-pelan kita saling menguatkan, semangat bersama mengolah hasil laut ini, dan mau maju bareng-bareng," ungkap Ibu Eko, Selasa (21/4/2026).
Bagi warga sekitar, Ibu Eko bukan sekadar pengusaha lokal, melainkan sosok penggerak yang menghadirkan perubahan nyata. Ketangguhannya membuka ruang bagi perempuan pesisir lain untuk ikut tumbuh di tengah keterbatasan.
Dukungan Pemberdayaan Berkelanjutan
Langkah Ibu Eko dalam memberdayakan lingkungan sekitarnya sejalan dengan komitmen PNM. Sekretaris Perusahaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary, menyampaikan bahwa pendampingan di wilayah pesisir merupakan fokus perusahaan untuk menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas.
"Kami hadir mendampingi ibu-ibu di pesisir untuk tumbuh dan berdaya. Lewat usaha olahan laut, mereka terbukti tidak hanya berdaya secara mandiri (ekonomi), tapi juga mampu memberdayakan sesamanya," jelas Dodot.
Lebih lanjut, Dodot menjelaskan bahwa PNM memiliki pendekatan pemberdayaan yang bertumpu pada tiga modal utama, yakni: modal intelektual dengan memberikan pelatihan dan pendampingan usaha, modal finansial dengan menyediakan akses pembiayaan yang mudah serta modal sosial lewat cara penguatan dan kerukunan antaranggota kelompok usaha.
Melalui komitmen PNMuntukUMKM tersebut, PNM secara konsisten mendampingi perempuan pelaku usaha agar bisa berkembang secara berkelanjutan. "Hingga saat ini, PNM telah melayani lebih dari 22,9 juta nasabah perempuan di seluruh Indonesia," tambah Dodot.
Kisah Ibu Eko dari pesisir Rembang menjadi bukti nyata bahwa perjuangan Kartini tidak berhenti di lembaran sejarah masa lalu. Semangat itu terus menyala di tangan perempuan-perempuan tangguh yang berani melangkah, berbagi, dan saling menguatkan satu sama lain.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Advertisement