Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jaringan Pengisian Daya EV Asia Makin Pesat: China Cetak Rekor, Indonesia Kebut Ekspansi SPKLU

Jaringan Pengisian Daya EV Asia Makin Pesat: China Cetak Rekor, Indonesia Kebut Ekspansi SPKLU Kredit Foto: Lestari Ningsih
Warta Ekonomi, Jakarta -

Adopsi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang kian masif di kawasan Asia mendorong percepatan pembangunan infrastruktur energi bersih.

China terus memantapkan posisinya dengan jaringan pengisian daya terbesar di dunia, sementara Indonesia mencatatkan lompatan signifikan dalam penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Berdasarkan data Administrasi Energi Nasional (NEA) China, jumlah konektor pengisian daya di negara tersebut telah menyentuh angka 20,7 juta unit pada akhir Januari 2026. Angka ini melonjak tajam 49,6 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Disitat dari Xinhua, adapun rincian pertumbuhan fasilitas pengisian daya di China, yakni fasilitas publik mencapai 4,8 juta unit (naik 31,2%) dan fasilitas privat, mendominasi dengan 15,9 juta unit (naik 56,1%).

Pejabat NEA China, Zhang Xing, menyebut fasilitas ini terus diperluas hingga ke jaringan jalan tol nasional guna mendukung pengguna EV yang melakukan perjalanan jarak jauh. Sementara itu, Kepala NEA, Wang Hongzhi, menambahkan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk mengakselerasi transisi energi di sektor transportasi.

Untuk menopang proyeksi 80 juta kendaraan listrik di masa depan, Pemerintah China telah meluncurkan Rencana Aksi Infrastruktur Pengisian EV 2025-2027. Targetnya adalah membangun 28 juta fasilitas dengan kapasitas pengisian publik melebihi 300 juta kilowatt pada akhir 2027.

Sejalan dengan tren global, infrastruktur EV di Indonesia melaju dengan pesat. Data PT PLN (Persero) menunjukkan pertumbuhan eksponensial SPKLU di tanah air. Dari 1.081 unit pada 2023, jumlahnya melesat menjadi 3.233 unit pada 2024 (naik 299%).

Memasuki tahun 2025, PLN bersama para mitranya telah menghadirkan 4.655 SPKLU yang tersebar di 3.007 lokasi di seluruh Indonesia, meningkat 44 persen dari tahun sebelumnya. Fasilitas layanan pengisian daya di rumah (home charging) juga melonjak tajam dari 9.393 unit menjadi 28.356 unit.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa lompatan ini adalah wujud nyata dukungan PLN terhadap instruksi pemerintah dalam membangun ekosistem EV dan menekan emisi karbon.

Guna mengakselerasi pemerataan infrastruktur, PLN aktif menggandeng sektor swasta. Salah satu wujud nyatanya adalah kolaborasi PLN dengan PT Mega Energi Biru Indonesia (MEBI) dan Huawei Digital Power Indonesia yang melahirkan ZORA SPKLU Signature di Gading Serpong, Tangerang Selatan.

Fasilitas ini menjadi unit ultra-fast charging pertama di Indonesia dengan daya 480 kW. SPKLU ini dilengkapi teknologi pintar Split Charging dan Liquid Cooling System dari Huawei FusionCharge.

Canggihnya lagi, sistem ini mampu menyalurkan energi secara fleksibel, baik dari jaringan listrik utama maupun sumber energi bersih melalui sistem penyimpanan baterai.

"Selain rendah emisi, penggunaan kendaraan listrik penting untuk menekan penggunaan BBM yang selama ini mayoritas diimpor. Kolaborasi ini membuktikan bahwa transformasi dekarbonisasi di sektor transportasi bukan hal yang mustahil untuk diwujudkan," ujar Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, Edwin Nugraha Putra.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Advertisement