Kredit Foto: Cita Auliana
PT Bank Central Asia Tbk atau BCA membukukan laba bersih sebesar Rp14,7 triliun pada kuartal I-2026. Kinerja tersebut ditopang pertumbuhan kredit yang naik 5,6% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp994 triliun per Maret 2026.
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengatakan pertumbuhan kredit didukung pendanaan yang solid, dengan dana giro dan tabungan (current account saving account/CASA) mencapai Rp1.089 triliun atau tumbuh 11,2% YoY. Porsi CASA mendominasi sekitar 85,2% dari total dana pihak ketiga (DPK) BCA.
“Total laba BCA dan entitas anak mencapai Rp14,7 triliun,” kata Hendra dalam konferensi pers daring, Kamis (23/4/2026).
Ia menuturkan penyaluran kredit hingga akhir Maret 2026 terutama ditopang kredit produktif yang mencapai Rp760,2 triliun atau meningkat 7,8% YoY.
Seiring komitmen menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), penyaluran kredit ke sektor-sektor berkelanjutan tumbuh 10,0% YoY menjadi Rp258,4 triliun atau setara 26,0% dari total portofolio pembiayaan BCA.
Capaian tersebut didukung pertumbuhan kredit UMKM sebesar 12% YoY dengan outstanding mencapai Rp146 triliun, yang mencerminkan dukungan BCA terhadap berbagai sektor perekonomian nasional.
Kredit hijau (green financing) BCA juga tumbuh 7,7% YoY menjadi Rp113 triliun, salah satunya ditopang pembiayaan ke sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang meningkat 53,5% YoY.
BCA menegaskan komitmennya menyalurkan kredit dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan penerapan manajemen risiko yang disiplin. Rasio loan at risk (LAR) dan non-performing loan (NPL) masing-masing terjaga di level 5,1% dan 1,8%.
Baca Juga: Direksi Kompak Beli BBCA di Tengah Koreksi, Pertanda Rebound?
Baca Juga: Sudah Turun 19%, Saham BBCA Diproyeksi Bangkit
Baca Juga: Direksi dan Komisaris BBCA Kompak Borong Saham Senilai Total Rp26,1 Miliar
Sementara itu, rasio pencadangan LAR dan NPL berada pada level solid, masing-masing sebesar 69,7% dan 174,6%.
Dari sisi pendanaan, total DPK BCA mencapai Rp1.292,4 triliun atau tumbuh 8,3% YoY. Pertumbuhan CASA ditopang pengembangan layanan perbankan transaksi BCA melalui berbagai kanal digital maupun nondigital.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: