Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Gempur Pasar Tambang, Liebherr Indonesia Bidik Penjualan 20 Unit Ekskavator Kelas 100 Ton di 2026

Gempur Pasar Tambang, Liebherr Indonesia Bidik Penjualan 20 Unit Ekskavator Kelas 100 Ton di 2026 Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Liebherr Indonesia mematok target pertumbuhan penjualan yang signifikan pada 2025, seiring peluncuran unit ekskavator kelas 100 ton terbaru, R 9100 Generasi Kedelapan (G8). 

Perusahaan membidik volume penjualan sebanyak 20 unit hingga akhir tahun, melonjak tajam dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

Sales Manager Liebherr Indonesia Kamige Sulistyo mengungkapkan optimisme perusahaan terhadap penyerapan alat berat di sektor pertambangan nasional.

Target 20 unit tersebut merepresentasikan pertumbuhan sekitar 185%, dibandingkan pencapaian tahun lalu yang tercatat sebanyak 7 unit.

“Tahun lalu jumlah penjualan itu kurang lebih 7."

"Tahun ini target kami kurang lebih 20 unit,” ujar Kamige di sela peluncuran Liebherr R 9100 G8 di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Fokus Segmen Mining 

Guna mencapai target ambisius tersebut, Liebherr tetap konsisten pada strategi spesialisasi di sektor pertambangan (mining).

Kamige menjelaskan, Liebherr Mining Indonesia sengaja membatasi ruang lingkup operasional pada unit-unit tambang, untuk memastikan pelayanan dan kualitas teknologi yang lebih presisi.

“Kebetulan kami di Liebherr Mining, di Liebherr Indonesia itu kami hanya fokus di produk-produk atau unit yang di tambang."

"Jadi, untuk perhitungan market share (alat berat secara umum) kami belum sampai di situ, karena dihitung dari beberapa kelas, bukan cuma pertambangan tapi juga konstruksi, perhutanan,dan lain-lain,” jelasnya.

Ekskavator R 9100 G8 yang menjadi ujung tombak penjualan tahun ini mengusung teknologi Liebherr Power Efficiency (LPE).

Teknologi ini menjadi instrumen utama Liebherr untuk meyakinkan pasar, terutama melalui kemampuan mereduksi biaya variabel bahan bakar.

“Ada satu yang kami tonjolkan itu namanya fitur LPE."

"Kami ada improvement di bagian hidrolik mesin dan hidrolik attachment, yang bisa membantu mengurangi konsumsi bahan bakar sampai dengan 20 persen."

"20 persen ini sendiri kami hitung mungkin pembulatan setara dengan 100.000 liter solar per tahun,” jelas Kamige.

Efisiensi sebagai Daya Tarik

Dalam perspektif investasi, Liebherr menawarkan konsep Total Cost of Operation (TCO) terendah, sebagai nilai tawar kepada emiten maupun pengusaha tambang.

Kamige menegaskan, efisiensi operasional jangka panjang jauh lebih krusial dibandingkan harga pengadaan unit di awal.

“Kami tidak menonjolkan terkait the lowest initial cost, tapi kami menonjolkan the lowest total cost of operation, jadi the lowest TCO."

"Karena menurut kami penghematan 20 persen bahan bakar atau 100.000 liter per tahun itu sangat signifikan."

"Jadi kita enggak cuma lihat di awal, tapi kita juga melihat berapa biaya yang harus dikeluarkan oleh pelanggan selama masa pakai unit tersebut,” paparnya.

Selain keunggulan efisiensi, Liebherr juga memastikan unit terbaru ini siap menghadapi transisi energi pemerintah ke biosolar B50.

Perusahaan mengonfirmasi telah melakukan pengujian bahan bakar mulai dari B35, B40, hingga B50 tanpa kendala pada performa mesin.

Baca Juga: Siap Adopsi B50, Liebherr Luncurkan Ekskavator G8 Berteknologi Power Efficiency

Liebherr telah hadir di Indonesia sejak tahun 1997.

Dengan rekam jejak lebih dari dua dekade, peluncuran model G8 ini diharapkan memperkokoh posisi Liebherr sebagai pemain kunci dalam penyediaan alat berat tambang kelas berat di tanah air. (*)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus

Tag Terkait: