Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Trump Bantah Isu Pemilu, Tegaskan Tak Ada Tenggat Akhiri Perang Iran

Trump Bantah Isu Pemilu, Tegaskan Tak Ada Tenggat Akhiri Perang Iran Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, menekankan bahwa tidak ada tenggat waktu untuk mengakhiri perang antara AS dan Israel dengan Iran.

Selain itu, Trump juga membantah anggapan yang menyebut bahwa ia ingin segera mengakhiri perang demi pemilu paruh waktu yang akan berlangsung pada 3 November 2026.

"Orang-orang mengatakan saya ingin (segera) mengakhirinya karena pemilihan paruh waktu, itu tidak benar," ujarnya dalam pernyataan kepada Fox News, dikutip dari Antara, Sabtu (24/4/2026).

Sebelumnya, Trump sempat menyebut perang akan berlangsung empat hingga enam pekan setelah dimulai pada 28 Februari. Namun, pada Selasa (21/4) ia mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dua pekan yang dijadwalkan berakhir Rabu malam waktu setempat, guna memberi Iran lebih banyak waktu menyusun proposal terpadu untuk negosiasi lanjutan.

Sebagai informasi, negosiasi perdamaian antara AS dan Iran yang digelar di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan pada Minggu (12/4/2026) pagi setelah berlangsung lebih dari 21 jam.

Kedua pihak menggelar pembicaraan damai sejak Sabtu (11/4/2026) terkait upaya penghentian perang, namun hasilnya menemui jalan buntu.

Wakil Presiden AS JD Vance menegaskan bahwa kebuntuan ini justru menjadi kabar buruk bagi Iran dibandingkan bagi Washington.

“Kabar buruknya adalah kami tak mencapai kesepakatan, dan saya pikir itu merupakan berita buruk bagi Iran, lebih dari untuk Amerika Serikat,” ujarnya, dikutip Senin (13/4).

Ia menegaskan AS telah mengutarakan syarat-syarat yang jelas dalam perundingan tersebut, namun Iran menolak.

“Jadi kami akan kembali ke AS, tak mencapai kesepakatan. Kami telah menegaskan dengan jelas batas kami, dan apa yang kami ingin akomodir dengan mereka, dan apa yang tak ingin kami akomodir. Kami telah membuatnya jelas, dan mereka memilih tak menerima syarat kami,” ucapnya.

Menurut Vance, AS sudah bersikap fleksibel dan akomodatif terhadap Iran, namun tetap gagal mencapai titik temu.

Baca Juga: Bukan Orang Asli, Influencer Pro-Trump Ini Ternyata Dibuat AI dan Raup Ribuan Dolar

Baca Juga: Senator Demokrat sebut Trump Lahir dari Golongan Orang Kaya, Tak Pernah Merasakan Berjuang seperti Keluarga Imigran India

“Kami tidak bisa mencapai situasi di mana Iran bersedia menerima persyaratan kami. Saya pikir kami cukup fleksibel, cukup akomodatif,” katanya.

“Presiden mengatakan kepada kami, ‘kalian datang dengan itikad baik dan melakukan upaya terbaik untuk mencapai kesepakatan’. Kami melakukan itu, dan sayangnya kami tak mampu mencapai kemajuan apa pun,” tambahnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Tag Terkait: