Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Ambruk 6,61%! Ini 10 Saham Biang Keroknya

IHSG Ambruk 6,61%! Ini 10 Saham Biang Keroknya Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pergerakan saham berkapitalisasi besar menjadi penyebab utama pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang perdagangan 20–24 April 2026. Bursa Efek Indonesia mencatat IHSG turun 6,61% ke level 7.129,490 dari posisi pekan sebelumnya 7.634,004.

Berdasarkan data BEI, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi pemberat terbesar dengan kontribusi negatif 108,47 poin terhadap IHSG. Saham ini turun 37,85% dalam sepekan. Posisi berikutnya ditempati PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang menekan indeks 73,97 poin setelah melemah 30,26%.  

Tekanan berikutnya datang dari saham perbankan berkapitalisasi jumbo. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membebani IHSG sebesar 56,45 poin usai terkoreksi 10,5%, sementara PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menekan 35,13 poin setelah turun 5,84%.

Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) ikut menyeret indeks sebesar 30,28 poin dengan penurunan harga 9,35%. Selanjutnya PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menekan 16,71 poin setelah melemah 9,91%.  

Di luar itu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menjadi pemberat 11,81 poin, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) 11,01 poin, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) 11,00 poin, serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar 9,39 poin.

Dominasi tekanan dari saham perbankan dan emiten berbasis sumber daya alam menunjukkan aksi jual terkonsentrasi pada saham-saham berlikuiditas tinggi dan kapitalisasi besar. Hal ini sejalan dengan data transaksi asing yang mencatat jual bersih Rp2,95 triliun sepanjang pekan lalu. 

Baca Juga: IHSG Sepekan Terjun Bebas 6,61%, Kapitalisasi Pasar Terpangkas Rp899 Triliun

Baca Juga: Dana Asing Triliunan Keluar RI, Saham-saham Ini Jadi Korbannya 

Secara sektoral, indeks energi menjadi sektor dengan penurunan terdalam yakni 8,15%, disusul teknologi minus 5,09%, infrastruktur minus 5,57%, serta properti dan real estat turun 6,30%. Sementara sektor transportasi dan logistik menjadi satu-satunya sektor yang menguat 4,61%.  

Dari sisi kawasan, pelemahan IHSG menjadi yang terdalam di antara bursa utama ASEAN. Dalam periode sama, indeks Vietnam naik 2,93%, Malaysia menguat 1,48%, sedangkan Thailand turun 1,78% dan Singapura melemah 1,50%.  

Nilai kapitalisasi pasar BEI juga menyusut 6,59% menjadi Rp12.736 triliun dari Rp13.635 triliun pada pekan sebelumnya. Penurunan itu mencerminkan tekanan signifikan terhadap valuasi emiten-emiten besar di pasar domestik.  

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri