Paus Leo: Dalang Perang dan Perusak Bumi adalah 'Pencuri Masa Depan'
Kredit Foto: Istimewa
Pemimpin Gereja Katolik, Pope Leo mengecam keras pihak-pihak yang memicu perang dan mengeksploitasi sumber daya bumi, dengan menyebut mereka sebagai “pencuri” masa depan yang damai. Pernyataan ini disampaikan bertepatan dengan peringatan tragedi nuklir dari Chernobyl Disaster.
Paus Leo menegaskan bahwa kecelakaan reaktor tersebut meninggalkan jejak mendalam dalam kesadaran umat manusia.
Baca Juga: Paus Leo Soroti Gagalnya Diplomasi Iran-Amerika Serikat: Semua Menderita
"Ini tetap menjadi peringatan atas penggunaan teknologi yang semakin kuat," ujarnya.
"Saya berharap di setiap tingkat pengambilan keputusan, kebijaksanaan dan tanggung jawab selalu diutamakan, sehingga energi nuklir dapat digunakan untuk mendukung kehidupan dan perdamaian," tambahnya.
Paus Leo juga menyebut bahwa ancaman terhadap kemanusiaan datang dalam berbagai bentuk, termasuk gaya hidup konsumtif dan konflik bersenjata.
"Jangan lupa juga para pencuri yang, dengan merampas sumber daya bumi, berperang berdarah, atau menyebarkan kejahatan, telah merampas kesempatan kita untuk masa depan yang damai dan tenteram," tegasnya.
Pernyataan ini disampaikan saat adanya peringatan empat puluh tahun tragedi di Chernobyl. Oa merupakan bencana nuklir terburuk dalam sejarah dunia. Peringatan tersebut berlangsung di tengah kekhawatiran bahwa konflik yang masih berlangsung dapat memicu risiko serupa.
Paus Leo menekankan pentingnya penggunaan teknologi, termasuk energi nuklir, untuk tujuan damai dan kesejahteraan manusia, bukan untuk kehancuran. Ia dalam beberapa waktu terakhir juga semakin vokal mengkritik perang dan penyalahgunaan kekuasaan. Sikap ini bahkan memicu ketegangan dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Sebelumnya, Pope Leo kembali menyoroti jalan perang dari Israel, Amerika Serikat dan Iran. Pihaknya kecewa dengan belum adanya kejelasan terkait dengan negosiasi damai antara ketiganya di Timur Tengah.
Leo mengungkapkan keprihatinan atas mandeknya pembicaraan damai antara ketiga negara yang dinilai memperpanjang konflik antara Washington, Tel Aviv dan Teheran.
"Suatu hari Iran mengatakan ya, Amerika Serikat mengatakan tidak, dan sebaliknya. Kita tidak tahu ke mana arahnya," katanya.
Menurutnya, hal ini akan membawa penderitaan berkepanjangan untuk masyarakat dari pihak-pihak terkait, khususnya mereka yang berada dalam kawasan seperti di Iran.
"Situasi ini masih kacau… dan seluruh masyarakat, orang-orang tak bersalah, menderita karena perang ini," tegasnya.
Paus Leo juga menegaskan sikapnya yang menolak perang dalam bentuk apa pun. Ia menegaskan akan terus mengecam perang yang berlangsung, termasuk dari Iran, Israel dan Amerika Serikat.
Baca Juga: Usai Dikritik Trump, Paus Leo Akhirnya Kecam Kematian Demonstran di Iran
"Sebagai seorang gembala, saya tidak bisa mendukung perang," ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: