Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Serukan Perdamaian Global, Uskup Agung Canterbury Bela Paus Leo dari Kecaman Trump

Serukan Perdamaian Global, Uskup Agung Canterbury Bela Paus Leo dari Kecaman Trump Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Operasi Amerika Serikat kembali mengundang kritikan menyusul perangnya di Iran. Tak hanya dari politikus, tokoh religius juga mulai mengkritik manuver yang membuat perang berkecamuk lebih dari satu bulan lamanya di Timur Tengah.

Uskup Agung Canterbury, Sarah Mullally meminta untuk untuk bersuara demi perdamaian. Pesan ini sejalan dengan dukungannya kepada Pope Leo XI. Pernyataan ini disampaikan setelah adanya kritik terhadap paus dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Baca Juga: Trump Siap Hadiri Langsung Negosiasi Amerika Serikat-Iran di Islamabad

"Saya berdiri bersama saudara saya dalam Kristus, Yang Mulia Paus Leo XIV. Seruannya yang berani untuk kerajaan perdamaian," kata Mullally.

Mullally menyoroti dampak kemanusiaan dari konflik yang terus berlangsung, termasuk korban jiwa dan pengungsian. Ia menegaskan bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab moral untuk mendorong perdamaian.

"Saat orang-orang tak bersalah terbunuh dan mengungsi, keluarga terpecah, dan masa depan hancur, biaya kemanusiaan dari perang tidak dapat dihitung. Ini adalah panggilan bagi setiap orang yang beriman serta beritikad baik  untuk bekerja dan berdoa demi perdamaian," ujarnya.

Mullally juga mengajak umat beragama untuk mendorong para pemimpin politik agar mencari solusi damai, termasuk dalam menyelesaikan perang dari Iran dan Amerika Serikat.

"Mendorong mereka yang memiliki kekuasaan politik untuk menempuh setiap cara damai dan adil dalam menyelesaikan konflik," katanya.

Pernyataan Mullally menjadi respons langsung terhadap kritik dari Trump ke Paus Leo. Paus diketahui dalam beberapa pekan terakhir vokal menentang perang Iran. Trump sebelumnya menyebut paus sebagai “lemah” dalam kebijakan luar negeri.

Paus Leo baru-baru ini juga menggambarkan kondisi global sebagai dunia yang sedang terbalik karena nilai-nilai spiritual disalahgunakan demi kepentingan seperti perang, dan kepentingan kekuasaan mengalahkan kemanusiaan.

“Celakalah mereka yang memanipulasi agama dan nama tuhan itu sendiri untuk keuntungan militer, ekonomi, dan politik mereka sendiri, menyeret apa yang suci ke dalam kegelapan dan kekotoran. Ini adalah dunia yang terbalik, eksploitasi ciptaan tuhan yang harus dikecam dan ditolak oleh setiap hati nurani yang jujur,” katanya.

Sebelumnya, Trump di sisi lain menegaskan bahwa tokoh religius tersebut harusnya melihat ancaman dari jika senjata nuklir dimiliki oleh mereka. Ia juga menyebut bahwa puluhan ribu warga sipil tewas akibat represi terhadap demonstrasi yang dilakukan oleh Teheran.

"Bisakah seseorang memberi tahu paus bahwa mereka telah membunuh setidaknya 42.000 demonstran tak bersenjata dan tidak bersalah dalam dua bulan terakhir, dan bahwa memiliki bom nuklir sama sekali tidak dapat diterima," kata Trump.

Baca Juga: Trump: Paus Leo Harus Paham, Iran Tak Boleh Punya Nuklir

Trump juga menyebut sang paus sebagai sosok yang lemah dan tidak memiliki kemampun untuk berpolitik dalam ranah internasional. Ia juga menyatakan secara terbuka bahwa dirinya bukan penggemar Paus Leo XIV.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement