Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp350,34 miliar atau Rp9,5 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), seiring pertumbuhan laba bersih perseroan sepanjang tahun buku 2025.
Dividen tersebut setara sekitar 50,9% dari laba bersih tahun buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp688,65 miliar. Pembayaran dividen dijadwalkan pada 20 Mei 2026 kepada pemegang saham yang tercatat pada 6 Mei 2026.
Dalam rapat yang digelar di Jakarta, perseroan juga memaparkan kinerja keuangan 2025. Garudafood membukukan laba bersih Rp756,2 miliar, naik 10,1% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan laba ditopang pertumbuhan penjualan bersih sebesar 7,2% menjadi Rp13,1 triliun dari Rp12,2 triliun pada 2024.
Direktur Utama Garudafood Hardianto Atmadja mengatakan segmen makanan dalam kemasan menjadi kontributor utama pertumbuhan perusahaan.
Baca Juga: FORE Cetak Laba Rp9,4 M, Tumbuh 60% di Tengah Tekanan
Baca Juga: Laba Bersih 2025 Melonjak 52,2%, Produk Voucher Jadi Mesin Uang UVCR
Baca Juga: Astra Otoparts (AUTO) Raup Pendapatan Rp5,25 Triliun, Laba Melesat 10,55% di Awal 2026
“Kami berhasil memanfaatkan momentum konsumsi domestik secara optimal. Kinerja Perseroan di tahun 2025 merupakan hasil dari sinergi seluruh unit kerja dalam mengimplementasikan berbagai inisiatif strategis,” ujar Hardianto.
Segmen makanan dalam kemasan menyumbang 89,9% terhadap total penjualan dan tumbuh 9,9% secara tahunan.
Penjualan Domestik Dominan
Pasar domestik tetap menjadi penopang utama bisnis Garudafood. Penjualan dalam negeri berkontribusi 97,2% terhadap total pendapatan bersih perseroan.
Sepanjang 2025, penjualan domestik tumbuh 7,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didorong penguatan distribusi di berbagai wilayah, efektivitas program penciptaan nilai (value creation program/VCP), serta permintaan yang tetap terjaga.
Perseroan menyebut kinerja juga ditopang kategori produk utama seperti ready to serve (RTS), biskuit, serta keju dan susu (dairy).
Selain itu, Garudafood menjalankan sejumlah inisiatif strategis berupa inovasi produk baru, pengembangan saluran distribusi, transformasi digital, optimalisasi operasional, dan kolaborasi lintas fungsi.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), pemegang saham menyetujui pengangkatan E. Maurits Klavert sebagai Komisaris Independen, menggantikan Dorodjatun Kuntjoro Jakti.
Pergantian tersebut disebut sebagai bagian dari penyegaran komposisi dewan komisaris untuk memperkuat tata kelola perusahaan.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Dorodjatun atas dedikasi dan arahan strategisnya selama ini. Bergabungnya Bapak E. Maurits Klavert diharapkan mampu memperkuat fungsi pengawasan serta membawa Garudafood melangkah lebih jauh dalam peta persaingan industri FMCG,” kata Hardianto.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: