Kredit Foto: Dok. ESDM
Hasil Efisiensi Anggaran Korupsi
Presiden menjelaskan bahwa pendanaan untuk program masif ini merupakan hasil dari langkah tegas pemerintah dalam menutup kebocoran anggaran negara dan pemberantasan korupsi. Retensi kekayaan negara tersebut kini dialokasikan langsung untuk pemberdayaan masyarakat desa.
“Uang ini adalah uang yang kita hemat dari korupsi. Uang yang tadinya pasti dikorupsi kita tahan, kita realokasi, kita gelontorkan ke rakyat, salahnya apa? Saya merasa saya berada di jalan yang bener,” tegas Presiden Prabowo.
Baca Juga: Indonesia Siapkan Aturan Baru Koperasi, Efek Aset Tembus Rp1,24 T
Melalui keberadaan koperasi fisik ini, petani dan nelayan kini mendapatkan jaminan pasar (offtaker). Hasil panen rakyat tidak lagi akan rusak di kebun atau dipermainkan oleh tengkulak karena adanya sistem pendukung seperti dapur desa (SPPG) dan fasilitas pendingin di setiap desa.
“Hampir semua petani dan nelayan punya jaminan pasar. Berapa pun yang dia hasilkan, itu pun akan diserap oleh bangsa Indonesia. Di tiap desa ada SPPG, ada dapur,” pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: