- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
PYC: Transparansi dan Mitigasi Risiko Kunci Implementasi Nuklir di Indonesia
Kredit Foto: Purnomo Yusgiantoro Center
Akademisi Universitas Tanjungpura, Dr. Netty Herawati, menambahkan bahwa komunikasi yang kredibel di tingkat akar rumput diperlukan untuk menjembatani kesenjangan antara kesiapan teknis dan kepercayaan masyarakat.
Diskusi tersebut menyimpulkan empat poin utama bagi keberhasilan program nuklir nasional: transparansi data keselamatan, strategi komunikasi untuk mengatasi kekhawatiran masyarakat (Not-In-My-Backyard), penguatan mitigasi risiko geologis, serta pelibatan publik sejak awal perencanaan.
Ketua Umum PYC, Filda C. Yusgiantoro, menutup diskusi dengan menegaskan komitmen organisasi untuk terus mendorong kebijakan energi yang inklusif.
"Kami mendorong kebijakan berbasis kajian yang transparan dan berorientasi pada ketahanan energi jangka panjang," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, energi nuklir telah masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik PLN 2025-2034. Dalam hal jni Pemerintah telah menetapkan dua wilayah yang akan menjadi titik tapak pengembangan yakni Sumatera dan Kalimantan masing masing sebesar 2x250 mega watt (MW).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: