Amerika Serikat Dinilai Tak Punya Strategi Jelas dalam Perang Iran
Kredit Foto: Istimewa
Negara Eropa kian lantang menyuarakan kritikan terkait dengan operasi militer berkepanjangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat di Iran. Terbaru, hal tersebut disuarakan oleh Perdana Menteri Swedia, Ulf Kristersson.
Kristersson mengatakan bahwa operasi militer tersebut tak memiliki strategi jelas dalam tujuannya menyerang ke Iran. Ia mengatakan masih belum jelas bagaimana tujuan hingga perang itu akan diselesaikan oleh Presiden amerika Serikat, Donald Trump.
Baca Juga: Amerika Serikat Lanjutkan Blokade, Trump: Iran Tercekik Seperti Babi
“Saat ini, saya kesulitan melihat adanya strategi yang koheren di balik ini,” ujarnya.
Pernyataan Kristersson menambah daftar kritik dari pemimpin kawasan euro terhadap kebijakan dari Amerika Serikat di Timur Tengah. Sebelumnya, Kanselir Jerman, Friedrich Merz, sebelumnya juga mengkritik Washington.
Merz memberikan sindiran pedas ke Amerika Serikat. Iran menurutnya telah membuat kewalahan pihak dari Washington di Timur Tengah. Amerika Serikat menurutnya dibuat kebingungan dengan situasi yang tidak bisa diprediksi, hingga mereka tidak memiliki strategi keluar yang jelas dari perangnya dengan Iran.
"Masalah dalam konflik seperti ini bukan hanya bagaimana masuk, tetapi bagaimana keluar. Kita melihatnya dengan sangat menyakitkan di Afghanistan. Kita juga melihatnya di Irak," ujarnya.
Iran menurutnya tampil lebih kuat dari yang sebelumnya diperkirakan. Hal ini terlihat dalam bagaimana mereka hadir dalam negosiasi damai dengan Amerika Serikat. Islamic Revolutionary Guard Corps juga menurutnya turut mempermalukan pihak dari Washington.
Trump sendiri buka suara terkait kritikan dari Merz. Ia melontarkan kritik balik yang tajam terhadap Merz. Ia menegaskan bahwa konflik tersebut diperlukan untuk mencegah senjata nuklir jatuh ke tangan dari Iran.
"Kanselir Jerman, Friedrich Merz berpikir tidak masalah jika musuh kita memiliki senjata nuklir. Dia tidak tahu apa yang dia bicarakan. Jika Iran memiliki senjata nuklir, seluruh dunia akan menjadi sandera," ujar Trump.
Trump menegaskan bahwa langkah yang diambilnya saat ini seharusnya sudah dilakukan oleh pemimpin sebelumnya. Pernyataannya juga mencerminkan kekecewaannya terhadap sekutunya yang tidak mendukung perang dari Iran dan Amerika Serikat.
Baca Juga: Trump Diskusi Bareng Elite Minyak Amerika Serikat, Blokade Iran Bakal Panjang?
"Saya melakukan sesuatu terhadap mereka sekarang yang seharusnya sudah dilakukan oleh negara atau presiden lain sejak lama," katanya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: