Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Konsumen Kian Selektif, Kino Indonesia Angkat Tren Mindful Consumption di Tengah Keluarga Modern

Konsumen Kian Selektif, Kino Indonesia Angkat Tren Mindful Consumption di Tengah Keluarga Modern Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perilaku konsumen kini semakin selektif dan berorientasi pada nilai. Setiap pilihan kecil dianggap dapat menjadi bagian dari upaya membangun kualitas hidup yang lebih seimbang dan berkelanjutan. Di tengah perubahan pola konsumsi tersebut, keputusan sehari-hari disebut memiliki dampak penting terhadap kondisi finansial dan kualitas hidup jangka panjang.

Financial Planner dari Mitra Rencana Edukasi, Mike Rini, menilai keputusan kecil sangatlah penting. 

“Keputusan kecil sehari-hari justru paling menentukan kondisi finansial jangka panjang,” jelas Mike.

Menurut Mike, praktik mindful living dan mindful consumption dapat dimulai dari langkah sederhana, yakni mencatat pengeluaran secara rutin. Langkah ini penting untuk membantu individu maupun keluarga memahami pola konsumsi sekaligus mengidentifikasi potensi ketidakseimbangan anggaran.

“Kita bisa mulai dengan tracking spending kita. Kita catat pengeluaran selama satu bulan itu apa saja. Dari situ nanti akan kelihatan sebuah pola, yang bisa membuat kita menyimpulkan mana pengeluaran yang terlalu besar atau justru terlalu kecil,” ujarnya.

Melalui pencatatan tersebut, proses evaluasi menjadi lebih terarah karena setiap pengeluaran dapat dilihat secara objektif.

“Misalnya ada pengeluaran yang terlalu kecil, padahal sebenarnya harusnya lebih besar. Jadi dari tracking itu kita bisa refleksi, apakah kita sudah menerapkan mindful spending atau belum,” tambahnya.

Senada dengan itu, Head of PR Kino Indonesia, Arviane D.B., mengatakan konsep meaningful living kini semakin relevan dalam kehidupan keluarga modern. Sebagai perusahaan dengan portofolio lebih dari 30 merek di berbagai kategori, Kino Indonesia disebut terus berupaya menjaga relevansi di tengah dinamika kebutuhan konsumen.

Arviane menjelaskan, komitmen tersebut diwujudkan melalui tiga pilar utama, yakni Generational Connection, Relevant Innovation, dan Meaningful Living. Melalui pendekatan itu, Kino berupaya menghadirkan inovasi yang adaptif dan sesuai dengan kebutuhan konsumen saat ini.

Meaningful living bukan lagi tentang seberapa banyak kita membeli, tetapi bagaimana kita memilih dengan lebih sadar dan bernilai. Kino Indonesia hadir dengan peran ganda, sebagai penyedia kebutuhan sehari-hari sekaligus perusahaan yang tumbuh bersama keluarga Indonesia,” ungkap Arviane saat "Media Gathering Halal Bihalal Kino Reconnect: Building Meaning in Every Family Choice", di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Mike menambahkan, setelah memahami pola pengeluaran, langkah berikutnya adalah melakukan perencanaan dengan mengelompokkan setiap pengeluaran ke dalam kategori tertentu. Cara ini dinilai memudahkan keluarga dalam menyusun strategi keuangan yang lebih sehat dan seimbang.

“Dari tracking, kemudian kita kategori, kita akan bisa melihat dari kategori itu transportasi berapa, entertainment berapa. Setiap keluarga mungkin punya kategori yang berbeda, dan itu tidak masalah,” jelas Mike.

Ia juga mengingatkan pentingnya pengendalian pengeluaran, terutama di tengah kemudahan akses terhadap berbagai metode pembayaran digital.

“Sekarang ini alat pembayaran seperti paylater sangat memudahkan. Tapi jangan sampai kebablasan sehingga alat tersebut justru menjerumuskan kita,” tegasnya.

Mike merangkum, penerapan mindful spending dapat dimulai dari tiga langkah utama, yakni pencatatan, perencanaan, dan pengendalian.

“Ada tiga hal, pertama kita belajar tracking atau pencatatan, kedua melakukan perencanaan, dan terakhir pengendalian. Keputusan-keputusan kecil dalam keseharian itu punya dampak besar ke depannya,” tuturnya.

Baca Juga: Konsumsi Kopi RI Melonjak 50%, Konsumen Kini Tuntut Kualitas dan Cita Rasa

Ia menambahkan, periode pasca Lebaran menjadi momentum refleksi alami bagi keluarga Indonesia untuk menata kembali pola pengeluaran. Dalam konteks tersebut, konsumsi yang dilakukan secara sadar dinilai menjadi bagian dari investasi kualitas hidup jangka panjang.

Mindful consumption berarti membeli dengan purpose, bukan karena FOMO atau impulsif. Ketika kita memilih produk yang tepat, yang praktis, berkualitas, dan sesuai kebutuhan, kita sebenarnya sedang berinvestasi pada kualitas hidup jangka panjang,” pungkas Mike.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: