Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Digitalisasi BRI Ngebut, Semua Kanal Tumbuh Double Digit

Digitalisasi BRI Ngebut, Semua Kanal Tumbuh Double Digit Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Seluruh kanal digital perseroan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) catatkan pertumbuhan double digit pada kuartal I 2026 yang menjadi cerminan akselerasi kinerja digital sebagai pendorong utama ekspansi bisnis di tengah perubahan perilaku transaksi masyarakat.

Direktur Network and Retail Funding BRI Aquarius Rudianto mengatakan, pertumbuhan tersebut terjadi merata di seluruh lini layanan digital perseroan. 

“Didorong oleh transformasi digital, dengan seluruh kanal mencatatkan akselerasi double digit,” ujarnya dalam Konferensi Press Pemaparan Kinerja BRI Triwulan I 2026, Kamis (30/4/2026).

Di segmen ritel, super app BRImo mencatatkan pertumbuhan signifikan baik dari sisi pengguna maupun transaksi. Tercatat, hingga Maret 2026, jumlah pengguna BRImo mencapai 47,8 juta atau tumbuh 18,6% secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, volume transaksi meningkat 29,4% menjadi Rp2.042,2 triliun.

Sedangkan, dari segmen wholesale, platform Qlola juga menunjukkan kinerja yang kuat dengan kenaikan jumlah pengguna sebesar 33,1% dari 240,8 ribu pada kuartal I 2025 menjadi 320,4 ribu pada periode yang sama tahun ini. Bahkan, volume transaksi bahkan tumbuh lebih tinggi, yakni 53,5% (yoy) menjadi Rp4.462 triliun pada kuartal I 2026.

Baca Juga: Tumbuh 13,7%, BRI Cetak Laba Rp15,5,Triliun di Triwulan I 2026

“Hal ini memperkuat positioning BRI di segmen menengah hingga korporasi,” kata Aquarius.

Adanya penguatan ekosistem transaksi juga tercermin dari kinerja business merchant dan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Tercatat, jumlah merchant BRI mencapai 323,7 ribu, dengan volume transaksi tumbuh 26,5% (yoy) menjadi Rp67,9 triliun

Khusus QRIS, pertumbuhan terjadi lebih agresif dengan volume transaksi melonjak 76% dari Rp17,3 triliun menjadi Rp30,5 triliun. Sejalan dengan itu, jumlah transaksi meningkat 86,7% (yoy) menjadi 253 miliar transaksi pada kuartal I 2026.

Dengan kinerja itu, Aquarius mengatakan bahwa akselerasi digital tidak hanya berdampak pada pertumbuhan transaksi, tetapi juga memperkuat struktur pendanaan perseroan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Fajar Sulaiman