Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Turki yang Jemput 9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla dari Israel, Bakal Diperiksa di Istanbul dan Pulang ke Tanah Air

Turki yang Jemput 9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla dari Israel, Bakal Diperiksa di Istanbul dan Pulang ke Tanah Air Kredit Foto: Instagram/Menlu RI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sembilan warga negara Indonesia (WNI) peserta misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 dipastikan bakal menjalani serangkaian pemeriksaan di Turki sebelum dipulangkan ke Indonesia, setelah dibebaskan dari penjara Israel menyusul penangkapan terhadap para aktivis kapal kemanusiaan Gaza.

Langkah tersebut berlangsung di tengah keputusan Pemerintah Israel yang mengumumkan telah mendeportasi seluruh aktivis asing yang sebelumnya ditangkap oleh militernya dari kapal kemanusiaan Gaza, Global Sumud Flotilla. Keputusan itu muncul setelah kecaman keras dari komunitas internasional terkait perlakuan buruk yang diterima para aktivis selama berada dalam tahanan Israel.

Lembaga bantuan hukum yang mewakili para aktivis mengonfirmasi mayoritas anggota delegasi sedang dalam proses pemulangan melalui Bandara Ramon di wilayah selatan Israel. Sebelumnya, mereka sempat ditahan di Penjara Ktziot di Gurun Negev.

Para aktivis asal Mesir dilaporkan dipindahkan melalui perbatasan Taba, sedangkan delegasi dari Yordania dipulangkan melalui wilayah Aqaba.

Sementara itu, Pemerintah Turki mengevakuasi para aktivis dari sejumlah negara, termasuk Indonesia, dengan mengirimkan sejumlah pesawat sewaan khusus ke Bandara Ramon untuk menjemput warga negaranya serta peserta dari negara ketiga.

Duta Besar Indonesia untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, mengatakan para relawan Indonesia harus menjalani pemeriksaan kesehatan, visum, serta memberikan testimoni terkait peristiwa yang mereka alami selama berada dalam tahanan otoritas Israel.

Selain itu, berdasarkan laporan media Turki Anadolu, relawan Global Sumud Flotilla dari berbagai negara yang telah dibebaskan juga diwajibkan menjalani pemeriksaan lanjutan sebagai bagian dari proses penyelidikan oleh kejaksaan Istanbul. Karena itu, mereka dibawa ke Institut Kedokteran Forensik Istanbul setelah tiba di bandara Istanbul.

Kementerian Luar Negeri RI sebelumnya telah mengonfirmasi kedatangan sembilan WNI tersebut di Istanbul setelah dibebaskan dari penjara Israel.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan proses administratif dan pemeriksaan masih harus diselesaikan sebelum para relawan diterbangkan kembali ke Indonesia.

Kedatangan para relawan Indonesia di Istanbul disambut langsung oleh Konsul Jenderal RI di Istanbul, Darianto Harsono. Momen penyambutan itu turut dibagikan melalui video yang diunggah melalui akun Instagram resmi @menluri bersama sembilan relawan Indonesia.

Baca Juga: Siap Lawan! Iran Curiga AS dan Israel Sedang Siapkan Serangan Baru di Balik Negosiasi Nuklir

Dalam keterangannya, Konjen Darianto mengungkapkan para WNI mengaku mengalami kekerasan fisik selama ditahan aparat Israel. Para relawan disebut mengalami pemukulan, tendangan, hingga sengatan listrik selama masa penahanan.

Setelah dibebaskan, para relawan Indonesia juga telah melakukan komunikasi melalui panggilan video dengan Menteri Luar Negeri RI Sugiono.

Kini, sebelum kembali ke tanah air, sembilan relawan Indonesia masih harus melewati tahapan pemeriksaan dan proses administrasi di Turki sebagai bagian dari tindak lanjut pasca pembebasan mereka.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: