Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jerome Powell Putus Tradisi di The Fed, Habis Jadi Ketua, Turun ke Posisi Gubernur

Jerome Powell Putus Tradisi di The Fed, Habis Jadi Ketua, Turun ke Posisi Gubernur Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kevin Warsh, kandidat kuat yang digadang-gadang akan meneruskan tongkat estafet dari Jerome Powell, selangkah lagi resmi menduduki Ketua The Fed Amerika Serikat (AS).

Pada Rabu pagi waktu setempat, Warsh dilaporkan telah mengantongi persetujuan dari Komite Perbankan Senat Amerika Serikat. Dengan lampu hijau ini, proses nominasinya kini berlanjut ke tahap akhir, yakni pemungutan suara penuh di lantai Senat.

Meski diproyeksikan menjadi Ketua Bank Sentral AS yang baru, peta pembagian kursi di dewan gubernur ternyata memiliki dinamika tersendiri.

Baca Juga: Elit Dunia Hadir, Trump Jamu Raja Charles dalam Jamuan Kenegaraan Spektakuler

Warsh nantinya tidak akan mengambil alih posisi gubernur yang saat ini dipegang oleh Powell. Ia justru disebut akan mengisi kursi yang saat ini masih diduduki oleh Stephen Miran, sosok yang dikenal sebagai sekutu Presiden Trump.

Di sisi lain, keputusan Jerome Powell untuk tetap bertahan di Dewan Gubernur The Fed pasca-lengser dari jabatan ketua memicu tanda tanya terkait potensi adanya tumpang tindih kekuasaan. Menyadari kekhawatiran tersebut, Powell dengan tegas berjanji tidak akan mencampuri urusan kepemimpinan ketua yang baru.

"Saya berencana untuk tidak menonjolkan diri sebagai gubernur," ujar Powell dalam pernyataannya. Seraya memuji kompetensi Kevin Warsh, ia memastikan tidak akan ada perebutan pengaruh di dalam institusi. "Hanya akan ada satu ketua di Dewan Federal Reserve," tekannya.

Transisi ini terjadi di tengah dinamika kebijakan ekonomi yang cukup alot. Pada hari yang sama, komite kebijakan The Fed memutuskan untuk tetap menahan suku bunga acuan. Keputusan ini diwarnai oleh perbedaan pendapat yang cukup tajam, di mana terdapat tiga suara penolakan dari anggota komite yang mengkritisi adanya bias pelonggaran dalam draf pernyataan kebijakan tersebut.

Sebelum pengumuman mengejutkan Powell untuk bertahan, Presiden Donald Trump sempat dimintai tanggapan mengenai kapasitas Warsh. Trump ditanya apakah menurutnya Warsh kelak mampu meyakinkan dan menyatukan suara para anggota komite The Fed yang tampak mulai terbelah.

"Kita lihat saja nanti," jawab Trump singkat, "tetapi seharusnya mereka bisa."

Langkah Powell untuk turun jabatan namun tetap berkantor di The Fed sebagai gubernur biasa merupakan sebuah anomali. Keputusan ini secara resmi mendobrak tradisi panjang kepemimpinan bank sentral AS dalam beberapa dekade terakhir.

Secara historis, para pendahulu Powell selalu memilih untuk angkat kaki dan meninggalkan bank sentral sepenuhnya begitu masa jabatan mereka sebagai ketua berakhir.

Tokoh-tokoh ekonomi seperti Janet Yellen, Ben Bernanke, dan Paul Volcker semuanya langsung mengundurkan diri dari posisi gubernur pada hari yang sama saat masa jabatan ketua mereka usai.

Sementara itu, Alan Greenspan juga meninggalkan institusi tersebut secara penuh pada tahun 2006, mengingat masa jabatannya sebagai gubernur memang habis bersamaan dengan berakhirnya masa posisinya sebagai ketua.

Keputusan Powell ini dipastikan akan menciptakan dinamika dan preseden baru dalam sejarah panjang Federal Reserve.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait: