Tepis Tudingan Bakal Jadi 'Boneka' Trump, Calon Ketua The Fed Kevin Warsh Janjikan Independensi Bank Sentral
Kredit Foto: Istimewa
Calon Ketua Federal Reserve (The Fed) pilihan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Kevin Warsh, memberikan jaminan tegas terkait independensi kebijakan moneter bank sentral.
Dalam sidang konfirmasinya di hadapan Komite Perbankan Senat pada Selasa (21/4), Warsh menegaskan bahwa dirinya tidak akan menurunkan suku bunga semata-mata karena adanya permintaan dari presiden.
"Presiden tidak pernah satu kali pun meminta saya untuk berkomitmen pada keputusan suku bunga tertentu, dan saya juga tidak akan menyetujuinya jika dia melakukannya," ujar Warsh di hadapan para senator. "Saya akan menjadi pihak yang independen jika dikonfirmasi sebagai Ketua Federal Reserve."
Pernyataan ini sekaligus menjadi jawaban atas kritik tajam dari Senator Partai Demokrat, Elizabeth Warren. Sebelumnya, Warren menyebut Warsh sebagai "boneka" Trump yang disiapkan untuk memuluskan agenda ekonomi presiden.
Baca Juga: Komentar The Fed Jadi Sorotan, Nasib Harga Bitcoin Hari Ini (31/3)
Merespons tudingan tersebut, Warsh berjanji akan memastikan pelaksanaan kebijakan moneter The Fed terbebas dari intervensi politik. Menurutnya, pendapat politisi terkait suku bunga adalah hal yang wajar dan tidak serta-merta meruntuhkan wibawa bank sentral.
"Independensi kebijakan moneter tidak akan terancam hanya karena pejabat terpilih menyatakan pandangannya. Independensi The Fed bergantung pada The Fed itu sendiri," tegasnya.
Pernyataan independensi Warsh ini bertolak belakang dengan tekanan publik yang terus dilontarkan oleh Donald Trump. Sejak awal masa jabatan keduanya, Trump secara terbuka berulang kali mendesak The Fed untuk segera memangkas suku bunga dan kerap mengkritik kepemimpinan Ketua The Fed saat ini, Jerome Powell.
Bahkan, hanya beberapa jam sebelum sidang konfirmasi Warsh digelar, Trump dalam wawancaranya dengan jaringan televisi CNBC menyatakan secara terang-terangan bahwa ia akan sangat kecewa jika calon pilihannya itu tidak segera menurunkan suku bunga setelah menjabat.
Jalan Warsh menuju kursi pimpinan The Fed tampaknya tidak akan sepenuhnya mulus. Ia harus menghadapi dinamika politik di internal Senat serta konflik yang masih menyelimuti masa transisi kepemimpinan.
Ganjalan tersebut seperti misalnya, [emboikotan Senator Republik: Senator Partai Republik, Thom Tillis, mengancam akan menghalangi proses pencalonan Warsh. Tillis menuntut agar Departemen Kehakiman AS mencabut penyelidikan pidana terhadap Jerome Powell terkait proyek renovasi kantor pusat The Fed senilai miliaran dolar di Washington. Hingga kini, Trump belum menunjukkan niat untuk menghentikan penyelidikan tersebut.
Komposisi Suara Komite: Untuk resmi menjabat, Warsh memerlukan dukungan mayoritas dari Komite Perbankan Senat, yang saat ini terdiri dari 13 anggota Partai Republik dan 11 anggota Partai Demokrat.
Ancaman Pemecatan Powell: Masa jabatan Jerome Powell sedianya baru akan berakhir pada 15 Mei mendatang. Powell menyatakan akan tetap bertahan di posisinya hingga penggantinya resmi dikonfirmasi oleh Senat. Namun, pada Rabu (15/4) pekan lalu, Trump telah melontarkan ancaman akan memecat Powell secara paksa jika ia bersikeras untuk tetap menjabat di masa transisi ini.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait:
Advertisement