Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Laba Medco Energi Tembus Rp1,15 Triliun di Kuartal I-2026

Laba Medco Energi Tembus Rp1,15 Triliun di Kuartal I-2026 Kredit Foto: Medco Energi
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) membukukan laba bersih sebesar US$67 juta atau sekitar Rp1,15 triliun pada kuartal I 2026 (asumsi kurs JISDOR ±Rp17.100 per dolar AS). Capain ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$18 juta atau sekitar Rp308 miliar.

Kenaikan laba sejalan dengan pertumbuhan kinerja operasional. Perseroan mencatat EBITDA sebesar US$351 juta atau sekitar Rp6,0 triliun, naik dari US$332 juta pada kuartal I 2025. Sementara itu, pendapatan tercatat US$668 juta atau sekitar Rp11,4 triliun, meningkat 19% secara tahunan.

CEO MedcoEnergi, Roberto Lorato, mengatakan kinerja awal tahun ditopang oleh peningkatan produksi serta kontribusi yang lebih baik dari segmen usaha Perseroan.

“Awal tahun 2026 kami cukup kuat, dengan peningkatan EBITDA dan laba bersih yang didorong kenaikan produksi serta kontribusi yang semakin baik dari segmen ketenagalistrikan dan pertambangan,” ujar Roberto dalam keterangan resmi, Jakarta, Senin (4/5/2026).

Ia menambahkan, dinamika geopolitik turut memengaruhi pergerakan harga energi.

“Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendorong kenaikan harga minyak pada Maret, yang berdampak positif terhadap penjualan likuid dan gas ekspor kami,” katanya.

Dari sisi operasional, produksi minyak dan gas tercatat sebesar 169 ribu barel setara minyak per hari (mboepd), naik 18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan produksi berasal dari aset Natuna, Senoro, dan Oman.

Harga rata-rata realisasi minyak tercatat sebesar US$75 per barel, dengan level tertinggi mencapai US$94 per barel pada Maret. Sementara itu, harga gas naik menjadi US$7,2 per mmbtu.

Perseroan mencatat biaya produksi minyak dan gas sebesar US$9 per barel setara minyak, masih dalam kisaran panduan tahunan.

Di sisi keuangan, kas dan setara kas tercatat sebesar US$598 juta atau sekitar Rp10,2 triliun, dengan rasio utang bersih terhadap EBITDA berada di level 1,7 kali.

Belanja modal pada kuartal I 2026 tercatat sebesar US$90 juta atau sekitar Rp1,5 triliun, dengan sebagian besar dialokasikan untuk pengembangan segmen minyak dan gas.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra