Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Brand Lokal JETE Sukses Bersaing di Pasar Ritel Indonesia, Ini Strateginya Menurut CEO Jhonny Thio Doran

Brand Lokal JETE Sukses Bersaing di Pasar Ritel Indonesia, Ini Strateginya Menurut CEO Jhonny Thio Doran Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Persaingan industri ritel di Indonesia kini makin kompetitif seiring adaptifnya brand lokal dalam mengimbangi dominasi brand internasional. Menurut Founder sekaligus CEO JETE, Jhonny Thio Doran, hal itu menjadi tanda adanya pergeseran struktur pasar. 

Salah satu kekuatan utama brand lokal, menurut Jhonny, terletak pada kemampuannya membangun hubungan yang lebih dekat dengan konsumen. Pendekatan ini tidak hanya berorientasi pada penjualan, tetapi juga menempatkan konsumen sebagai bagian dari perjalanan brand.

“Ketika konsumen merasa jadi bagian dari brand, mereka merasa dihargai bukan hanya sebagai pembeli saja, tapi lebih dari itu jadi bagian kita. Ini akan membuat konsumen lebih loyal dan secara alami ikut mendukung pertumbuhan brand tersebut,” kata Jhonny dalam keterangan tertulisnya, Senin (04/5/2026).

Selain kedekatan dengan konsumen, brand lokal juga dinilai unggul dalam kecepatan mengeksekusi strategi. Struktur organisasi yang lebih ringkas membuat proses pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih cepat tanpa prosedur panjang. 

Di sisi lain, aturan pemerintah terhadap brand lokal juga dinilai tidak serumit yang diberlakukan untuk brand global. Kondisi tersebut memungkinkan brand lokal merespons perubahan pasar secara lebih cepat, mulai dari pengembangan produk, penyesuaian harga, hingga strategi pemasaran. 

Faktor lain yang turut memperkuat daya saing brand lokal adalah pemahaman terhadap karakter geografis Indonesia. Dengan wilayah yang luas dan karakter pasar yang beragam, brand lokal dinilai lebih mampu membangun jaringan distribusi yang merata.

Melalui pengembangan jaringan ritel dan kerja sama dengan berbagai mitra, produk dinilai menjadi lebih mudah dijangkau oleh konsumen. Kehadiran toko fisik di berbagai kota juga disebut memberi rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan.

“Keberhasilan sebuah brand bukan hanya ditentukan oleh seberapa besar namanya, tetapi seberapa sering brand itu hadir dalam kehidupan sehari-hari konsumen,” jelas Jhonny.

Ia menambahkan, JETE terus memperluas jaringan dengan membuka gerai di berbagai kota di Indonesia. Perluasan dilakukan mulai dari Sabang sampai Merauke, baik melalui official store maupun mitra, agar produk semakin mudah dijangkau masyarakat.

Di sisi lain, perubahan perilaku konsumen juga turut mendorong meningkatnya daya saing brand lokal. Konsumen kini tidak hanya mempertimbangkan harga dan kualitas, tetapi juga nilai dan manfaat dari produk yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam konteks ini, brand lokal dinilai memiliki keunggulan karena lebih memahami karakter pasar Indonesia. Pemahaman tersebut dinilai membuat produk yang dihadirkan lebih sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup konsumen.

Perubahan persepsi konsumen juga disebut semakin menguntungkan brand lokal. Jika sebelumnya brand global kerap dianggap lebih terpercaya, kini pandangan itu mulai bergeser. Brand lokal dinilai semakin berkualitas dan mulai menjadi pilihan utama karena lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Perubahan tersebut mendorong brand lokal untuk terus meningkatkan kualitas, baik dari sisi produk maupun layanan. Pengalaman setelah pembelian, seperti kemudahan layanan dan kecepatan respons, disebut menjadi aspek yang semakin diperhatikan konsumen.

Sebagai bagian dari upaya itu, JETE Indonesia menghadirkan layanan pelanggan 24/7 serta proses klaim garansi yang dibuat lebih praktis di berbagai kota agar konsumen merasa lebih tenang saat menggunakan produknya.

Baca Juga: Kurang dari Dua Minggu, Gim Lokal KuloNiku Raup 60 Ribu Pemain

Jhonny menilai, penguatan posisi di pasar domestik menjadi fondasi penting sebelum brand lokal melangkah ke pasar global. Menurutnya, ekspansi ke pasar internasional membutuhkan kesiapan yang lebih matang, mulai dari sistem bisnis hingga tata kelola perusahaan.

“Bagi saya, kekuatan di pasar domestik adalah dasar paling penting sebelum melangkah ke pasar yang lebih luas. Ketika kita sudah memahami pasar lokal dengan baik, mengenali kebutuhan konsumen, dan didukung sistem yang kuat, saat itulah kita siap bersaing di level global dengan keyakinan yang lebih besar,” tutupnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: