Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Optimis Anaknya Lolos Tes Bintara, Ojol Disabilitas Sampaikan Harapannya untuk Kapolri Listyo Sigit

Optimis Anaknya Lolos Tes Bintara, Ojol Disabilitas Sampaikan Harapannya untuk Kapolri Listyo Sigit Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Video seorang ojek online (ojol) penyandang disabilitas yang memohon lolosnya sang anak dalam proses pendaftaran Bintara di Polda Jawa Barat mendadak viral. 

Dalam video berdurasi 54 detik tersebut, ojol yang mengaku bernama Riswan menyampaikan harapannya kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit agar sang anak Mochammad Radit Wibawa dapat lolos tes masuk polisi.  

“Dalam video ini, saya bermaksud ingin mengutarakan cita cita dan keinginan anak saya untuk menjadi anggota Polri. Saya sangat berharap semoga anak saya bisa lolos dan bisa mengabdi untuk bangsa dan negara juga menjadi kebanggaan keluarga,” ucap Riswan dalam video yang beredar luas pada Senin (4/6) siang. 

Riswan pun menyampaikan harapan tersebut kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dirinya berharap agar Kapolri bisa juga menerima keinginan rakyat kecil seperti anaknya untuk mengabdi di institusi Bhayangkara. 

“Semoga harapan saya bisa terwujud,” tutur dia. 

Kisah Moch Radit Wibawa menjadi perhatian publik setelah dirinya mengikuti tes Bintara di Polda Jawa Barat. Cerita Radit mencuat setelah sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan keseharian keluarganya yang penuh keterbatasan. Meski demikian, semangatnya untuk menjadi bagian dari Polri tidak pernah surut.

Dalam tayangan itu, terlihat perjuangan seorang anak dari keluarga sederhana berusaha ingin menembus seleksi ketat institusi kepolisian. Kondisi ekonomi bukan menjadi penghalang bagi Radit untuk terus mengejar cita-citanya mengabdi kepada negara.

Dukungan pun mengalir dari berbagai kalangan masyarakat. Banyak yang berharap agar proses seleksi berjalan secara jujur, transparan, dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua peserta, tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi. 

Semua pihak berharap agar pimpinan Polri memberikan perhatian terhadap aspirasi masyarakat kecil. Publik menilai bahwa rekrutmen anggota kepolisian harus benar-benar mencerminkan keadilan, sehingga anak-anak dari keluarga sederhana memiliki peluang yang setara.

Sebelumnya, Divisi Humas Polri menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas proses rekrutmen terpadu Polri Tahun Anggaran 2026. Kadiv Humas menekankan bahwa proses rekrutmen Polri tetap berpedoman pada prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH), sebagaimana arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Baca Juga: Kapolri Listyo Sigit Kembali Gelar Program Umroh Gratis dan Bedah Rumah untuk Masyarakat Kurang Mampu

Hal tersebut disampaikan Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, dalam kegiatan doorstop yang berlangsung di Lobby Lantai 1 Divisi Humas Polri, Selasa (7/4/2026).

“Rekrutmen Akpol hanya melalui jalur reguler. Tidak ada kuota khusus. Kami mengimbau kepada seluruh peserta dan keluarga agar tidak mempercayai pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu,” tegasnya. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: