Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

CNG Siap Jadi Alternatif LPG, Bahlil: Bisa Hemat 130 Triliun

CNG Siap Jadi Alternatif LPG, Bahlil: Bisa Hemat 130 Triliun Kredit Foto: Istihanah

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil mengatakan skema pembiayaan terkait dengan perubahan LPG menjadi CNG akan berbasis business to business (B2B), sementara pemerintah berfokus pada penyediaan pasokan gas dan ekosistem pendukung.

“Ini kan modelnya B2B aja nantinya. Jadi pemerintah hanya menyiapkan terhadap gas C1, C2. Kemudian instrumen ekosistem bisnisnya, dia itu tidak kurang atau hampir sama dengan ekosistem daripada bisnis LPG,” ucapnya.

Lebih lanjut Bahlil menjelaskan, saat ini pemerintah masih dalam tahap mengkaji terkait subsidi terhadap CNG mengingat harganya yang berrpotensi jauh lebih murah dibanding LPG karena seluruh rantai industrinya berasal dari dalam negeri.

“CNG itu sudah dilakukan kajian, harganya jauh lebih murah. Kurang lebih sekitar 30 persen lah lebih murah. Kenapa dia lebih murah? Karena yang pertama gasnya itu ada di kita dan industrinya ada di kita, dalam negeri. Jadi tidak kita melakukan import. Cost transportasinya aja sudah bisa meng-cover,” ujarnya.

Ia menambahkan penggunaan CNG secara luas berpotensi memberikan dampak ekonomi yang signifikan, termasuk penghematan devisa negara.

“Dengan kita memakai CNG, insyaallah kalau teknologinya sudah ada, itu mampu kita melakukan efisiensi devisa kita kurang lebih sekitar Rp130 triliun sampai Rp137 triliun. Dan kalau itu lebih murah, itu akan mengurangi subsidi kita. Atau kalau kita mau membantu rakyat lagi, kita akan mengurangi beban rakyat dalam kontes pembelian,” kata Bahlil.

Ketua umum Partai Golkar itu juga  menegaskan skema subsidi untuk CNG ukuran rumah tangga masih terus dibahas pemerintah.

“Semuanya lagi dikaji. Opsinya subsidi masih harus lah. Tinggal volumenya seperti apa yang kita perlu baca. Kita kok belum buat kok, kalian sudah membuat vonis itu lho. Aku bingung,” tutur Bahlil.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah