Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Chandra Asri Group Catat Rekor Kinerja Kuartal I 2026, Ubah Peta Industri Asia Tenggara

Chandra Asri Group Catat Rekor Kinerja Kuartal I 2026, Ubah Peta Industri Asia Tenggara Kredit Foto: Chandra Asri
Warta Ekonomi, Jakarta -

Chandra Asri Group mencatat kinerja kuat pada kuartal I 2026 seiring transformasi bisnis yang memperkuat diversifikasi perseroan ke sektor energi, kimia, dan infrastruktur. Strategi ini mendorong lonjakan kinerja keuangan sekaligus menegaskan arah baru perusahaan menuju model bisnis yang lebih terintegrasi.

Pada kuartal I 2026, Chandra Asri membukukan rekor EBITDA kuartalan sebesar USD 421 juta dan laba bersih USD 205 juta. Capaian tersebut melonjak masing-masing 1.813,6 persen dan 954,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini terutama ditopang integrasi segmen energi yang kini menjadi kontributor terbesar dengan porsi 60 persen dari total pendapatan. Kinerja tersebut juga didorong keberhasilan integrasi aset energi baru di Singapura.

Strategi Chandra Asri kini bertumpu pada penguatan fondasi infrastruktur regional. Fokus utama perusahaan berada pada integrasi kilang Aster, sebelumnya Shell Energy & Chemicals Park, yang diakuisisi pada April 2025, serta jaringan bahan bakar ritel merek Esso di Singapura yang diakuisisi dari ExxonMobil pada Januari 2026.

“Kami bekerja keras untuk memastikan kelancaran dari proses penyelesaian transaksi yang kompleks bersama Shell, CPSC, dan ExxonMobil berjalan lancar,” ungkap Chief Financial Officer Chandra Asri Group, Andre Khor, dalam keterangan tertulisnya.

Perseroan menilai akuisisi tersebut, bersama unit infrastruktur PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI) serta pusat layanan bersama Chandra Asri Sentral Solusi (CASS), menjadi fondasi penting untuk menciptakan pendapatan berulang sekaligus meningkatkan efisiensi operasional di tengah volatilitas pasar global.

Di tengah tantangan rantai pasok global, Chandra Asri juga memperkuat strategi diversifikasi bahan baku melalui kemitraan strategis dengan Glencore. Kolaborasi ini memungkinkan perseroan memperluas sumber pasokan minyak mentah dari Amerika Latin, Amerika Utara, Afrika Barat, hingga Asia Tenggara.

"Gangguan geopolitik, terutama risiko eskalasi di Timur Tengah yang berdampak pada Selat Hormuz, secara historis menciptakan kecemasan dalam rantai pasok. Namun, kemampuan kami dalam perluasan jenis minyak mentah dan kemampuan pengadaan global memungkinkan perusahaan untuk melewati hambatan konvensional demi menjaga operasional tetap lancar terlepas dari volatilitas regional," ujar Andre Khor.

Ketangkasan operasional itu juga tercermin pada Februari 2026, ketika perseroan menyelesaikan uji coba teknis yang meningkatkan kapasitas produksi pabrik Butene-1 dan MTBE di Cilegon hingga 25 persen.

Dengan strategi pasokan yang lebih fleksibel, perseroan mampu mempertahankan tingkat utilisasi tinggi dan hasil produk yang tetap kompetitif di tengah tekanan industri petrokimia global.

Dari sisi pendanaan, Chandra Asri menilai kekuatan neraca menjadi faktor utama yang menopang strategi ekspansi. Perseroan mencatat likuiditas sebesar USD 3,8 miliar, yang memberi ruang bagi perusahaan untuk melanjutkan proyek Chlor-Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) senilai USD 800 juta bersama Indonesia Investment Authority (INA) dan Danantara.

Proyek tersebut saat ini telah mencapai progres 60 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.

Berdasarkan Laporan Keuangan Interim Konsolidasian Tidak Diaudit kuartal I 2026, struktur modal perseroan tercermin solid dengan current ratio 3,09 kali, EBITDA coverage 4,01 kali, dan long term debt to equity 1,1 kali.

Perseroan juga mencatat telah memperoleh sustainability-linked loan senilai USD 1 miliar pada September 2025. Pendanaan ini disebut menjadi yang pertama di sektor tersebut dan akan digunakan untuk mendukung modal kerja serta inisiatif peremajaan aset Aster.

Baca Juga: Terapkan Strategi Lingkungan Berkelanjutan, Chandra Asri Raih PROPER Hijau 2025

Di tengah tekanan kelebihan pasokan industri petrokimia, Chandra Asri meluncurkan penyegaran strategi melalui empat pilar utama yang dirangkum dalam ROAR, yakni Rejuvenate the Core, Orient Towards Sustainability, Accelerate M&A and Integration, serta Reimagine Business Models.

Strategi ini menjadi peta jalan perseroan untuk mempercepat transformasi menuju perusahaan solusi energi, kimia, dan infrastruktur yang terintegrasi.

“Secara ringkas, perusahaan telah mentransformasi portofolio, memperkuat neraca keuangan secara paralel, dan memberikan rekor hasil kinerja pada Q1 2026. Kami memiliki rencana masa depan yang jelas dan dapat ditindaklanjuti untuk menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan, dengan terus berfokus pada eksekusi serta pencapaian target guna meningkatkan skala platform kami secara konsisten,” tutup Andre Khor.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat