Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bitcoin Tembus US$80.000, Didukung ETF dan Sentimen Global

Bitcoin Tembus US$80.000, Didukung ETF dan Sentimen Global Kredit Foto: Indodax
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bitcoin (BTC) menguat dan menembus level US$80.000 pada Selasa (5/5), sekaligus mencatat posisi tertinggi dalam tiga bulan terakhir sejak Januari 2026. Kenaikan harga dipicu arus masuk dana institusional melalui exchange-traded fund (ETF) Bitcoin yang mencapai sekitar US$625 juta dalam satu hari perdagangan, di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.

Selain faktor ETF, penguatan harga juga ditopang meningkatnya minat terhadap aset berisiko dan perbaikan likuiditas di pasar kripto. Volume perdagangan harian tercatat mencapai sekitar US$48 miliar, mencerminkan peningkatan aktivitas transaksi.

Vice President INDODAX, Antony Kusuma, menilai pergerakan Bitcoin saat ini dipengaruhi dua faktor utama yang berjalan simultan.

“Bitcoin saat ini berada dalam posisi yang unik karena mendapatkan dorongan dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, ia bergerak mengikuti sentimen pasar global, namun di sisi lain juga mulai dipertimbangkan sebagai alternatif di tengah ketidakpastian geopolitik. Kondisi ini mengindikasikan adanya momentum positif di pasar, namun tetap perlu dianalisis secara cermat dinamika yang terjadi di pasar,” ujar Antony, dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (5/5/2026). 

Data CoinMarketCap menunjukkan total aset dalam ETF Bitcoin telah mencapai sekitar US$105 miliar. Angka ini mencerminkan meningkatnya partisipasi investor institusional yang menjadi salah satu faktor penopang utama penguatan harga.

Baca Juga: Inilah Alasan Harga Bitcoin Gagal Tembus US$80.000

Baca Juga: Bitcoin Dekati US$80.000, Indodax: Momentum Positif di Tengah Dinamika Geopolitik

Kenaikan arus dana ini menunjukkan pergeseran peran Bitcoin yang tidak hanya diperdagangkan sebagai aset spekulatif, tetapi juga mulai dilihat sebagai alternatif investasi di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Selain itu, peningkatan likuiditas pasar turut memperkuat momentum kenaikan harga, seiring dengan meningkatnya aktivitas perdagangan dan masuknya investor baru ke pasar kripto.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri