Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bank Neo Commerce Angkat Direksi Baru, Fokus Lanjutkan Pertumbuhan

Bank Neo Commerce Angkat Direksi Baru, Fokus Lanjutkan Pertumbuhan Kredit Foto: Bank Neo Commerce
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) menyetujui penguatan struktur permodalan dan perubahan susunan direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta Selatan pada Kamis (30/4/2026). 

Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui laporan tahunan dan laporan keuangan Perseroan untuk tahun buku 2025, termasuk pengesahan laporan pengawasan Dewan Komisaris. BNC mencatat laba bersih sebesar Rp565,69 miliar pada 2025, meningkat signifikan dibandingkan Rp19,88 miliar pada 2024.

Pemegang saham juga memutuskan seluruh laba bersih tahun buku 2025 dibukukan sebagai laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan Perseroan dan mendukung ekspansi usaha ke depan.

Dalam RUPST, pemegang saham menyetujui perubahan susunan Direksi guna meningkatkan efektivitas pengelolaan dan mendukung strategi jangka panjang Perseroan.

Adrian Wibisono Soewardjo dan Indra Aditya Sanjaya diangkat sebagai Direktur Perseroan, efektif setelah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Adrian memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun di industri perbankan, khususnya di bidang operasional dan layanan digital. Sementara Indra memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun di sektor keuangan, terutama dalam manajemen risiko.

Baca Juga: Bank Neo Commerce Lanjutkan Tren Positif, Laba Kuartal I Tembus Rp136 Miliar

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.400, Bank Indonesia Sebut Masih Sejalan dengan Mata Uang Global

Di sisi lain, Aditya Wahyu Windarwo dan Ricko Irwanto mengakhiri masa jabatan sebagai Direktur setelah menjabat sejak 2021.

Selain perubahan direksi, pemegang saham juga menyetujui pengangkatan kembali Inkawan D. Jusi sebagai Komisaris Utama Independen.

Direktur Utama BNC, Eri Budiono, menyatakan bahwa kinerja 2025 mencerminkan hasil penguatan fundamental bisnis dan efisiensi operasional yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami mengapresiasi kepercayaan dan dukungan para pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan terhadap Bank Neo Commerce. Pencapaian kinerja pada tahun 2025 mencerminkan hasil dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat fundamental bisnis, menjaga kualitas pertumbuhan, serta meningkatkan efisiensi operasional. Ke depan, kami akan terus meningkatkan kapabilitas organisasi dan mendorong inovasi layanan agar Perseroan dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan sebagai bank dengan layanan digital yang relevan bagi kebutuhan masyarakat,” ujar Eri, dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (5/5/2026). 

Baca Juga: KB Bank (BBKP) Salurkan Kredit Rp43,19 Triliun di Triwulan I 2026, Tumbuh 2,61%

Baca Juga: Bank Mandiri Kantongi Restu Buyback Saham Rp1,17 Triliun

Langkah penguatan permodalan melalui laba ditahan serta penyesuaian struktur manajemen dilakukan untuk meningkatkan kapasitas Perseroan dalam menghadapi kompleksitas industri perbankan yang semakin terdigitalisasi.

RUPST ini juga menegaskan komitmen Perseroan dalam menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) serta menjaga transparansi kepada seluruh pemangku kepentingan, seiring upaya memperkuat posisi sebagai bank digital di Indonesia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri