Kredit Foto: SIG
Program Rumah BUMN PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) di Rembang mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) batik lokal menembus pasar internasional, sekaligus memperluas basis penjualan dan penyerapan tenaga kerja di daerah.
Salah satu pelaku UMKM binaan, Batik Tulis Lasem merek Gunung Kendil milik Hawien Wilopo, mencatat penjualan sekitar 150 produk per bulan dengan omzet mencapai Rp20 juta atau sekitar Rp150 juta per tahun. Produk tersebut kini tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga telah menjangkau pasar luar negeri seperti Jerman, Belgia, Italia, Korea, dan Jepang.
Hawien Wilopo mengatakan usahanya mengalami penurunan saat pandemi Covid-19 sebelum akhirnya bergabung dengan Rumah BUMN (RB) Rembang pada 2021. Melalui program tersebut, ia mendapatkan pendampingan usaha dan akses pemasaran yang lebih luas.
“Alhamdulillah, saya dapat informasi tentang RB Rembang dan bergabung pada 2021,” ujarnya, dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Melalui pembinaan tersebut, pelaku UMKM memperoleh pelatihan manajemen usaha, optimalisasi pemasaran digital, serta akses mengikuti pameran nasional dan internasional. Beberapa ajang yang diikuti antara lain Festival Tong Tong di Den Haag pada 2022, Future SMEs Village G20 di Bali, Bazar UMKM di Sarinah Jakarta, hingga Inacraft 2024.
Ekspansi pasar tersebut mendorong peningkatan permintaan produk, baik dari berbagai daerah di Indonesia maupun dari luar negeri. Selain itu, penguatan kanal digital turut memperluas jangkauan pasar UMKM ke berbagai wilayah.
Untuk memenuhi permintaan, Hawien Wilopo kini mempekerjakan tujuh tenaga kerja tetap dan memberdayakan masyarakat sekitar saat volume pesanan meningkat. Produk batik yang ditawarkan memiliki rentang harga Rp200 ribu hingga Rp7 juta untuk kain, serta Rp600 ribu hingga Rp800 ribu untuk pakaian jadi.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menyatakan bahwa program Rumah BUMN menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat kapasitas UMKM agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Baca Juga: SIG Tembus Pasar Eropa, Ekspor Perdana 11.275 Ton Semen ke Prancis
Baca Juga: Tuntaskan Fasilitas Ekspor Tuban Rp1,4 Triliun, SIG Targetkan Ekspor 1 Juta Ton per Tahun
Baca Juga: SIG Bukukan Pendapatan Rp8,29 Triliun di Kuartal I 2026, Volume Penjualan Tembus 8,71 Juta Ton
“Semoga ke depannya ada lebih banyak lagi UMKM yang sukses mengembangkan usahanya sehingga dapat berkontribusi lebih terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. SIG melalui RB Rembang berkomitmen untuk selalu mendampingi UMKM agar dapat menjalankan usaha secara profesional dan mampu memanfaatkan platform digital sehingga produk-produknya dapat dijangkau secara nasional hingga mancanegara,” ujar Vita Mahreyni.
Penguatan UMKM melalui program pendampingan dinilai berperan dalam meningkatkan daya saing produk lokal, memperluas akses pasar global, serta menciptakan lapangan kerja baru di daerah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: