Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

SIG Bukukan Pendapatan Rp8,29 Triliun di Kuartal I 2026, Volume Penjualan Tembus 8,71 Juta Ton

SIG Bukukan Pendapatan Rp8,29 Triliun di Kuartal I 2026, Volume Penjualan Tembus 8,71 Juta Ton Kredit Foto: SIG
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatat kinerja keuangan konsolidasian yang tetap tumbuh pada kuartal I 2026 di tengah tekanan industri semen domestik yang masih menghadapi overcapacity dan kenaikan biaya akibat tensi geopolitik global. Perseroan membukukan pendapatan Rp8,29 triliun dengan laba periode berjalan sebesar Rp80 miliar, didukung peningkatan volume penjualan dan strategi efisiensi.

Pada periode Januari–Maret 2026, volume penjualan SIG mencapai 8,71 juta ton atau meningkat 1,7% secara tahunan (year-on-year/yoy). Kinerja tersebut terutama ditopang oleh pasar domestik yang tumbuh 5,4% yoy, dengan kontribusi signifikan dari segmen semen kantong yang melonjak 11% yoy, melampaui pertumbuhan permintaan nasional sebesar 7%.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan kinerja tersebut mencerminkan keberhasilan strategi transformasi bisnis yang telah dijalankan sejak akhir 2025. “Transformasi bisnis yang dilakukan SIG berfokus pada tiga strategi utama yaitu peningkatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio yang menjadi katalis pertumbuhan kinerja Perusahaan,” ujarnya.

Selain pendapatan, SIG mencatat EBITDA sebesar Rp1,06 triliun dan laba sebelum pajak Rp156 miliar. Laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp80 miliar, meningkat seiring penguatan kinerja operasional.

Dari sisi biaya, beban pokok pendapatan naik 8,6% yoy menjadi Rp6,62 triliun, dipengaruhi peningkatan volume penjualan serta kenaikan harga bahan bakar dan energi. Biaya operasional juga meningkat 9% yoy. Namun, efisiensi keuangan mampu menekan biaya keuangan bersih hingga turun 35,4% yoy, sehingga menopang profitabilitas.

“Kami berhasil menjaga tren kinerja positif pada kuartal I tahun 2026 berkat disiplin menjalankan transformasi bisnis. Selain kinerja penjualan yang mengalami peningkatan, pendapatan juga tercatat naik 8,3% disertai kenaikan laba sebesar 88,7%,” kata Vita Mahreyni.

Di tengah tekanan pasar domestik akibat kelebihan kapasitas, SIG mulai mengarahkan strategi pertumbuhan ke pasar ekspor. Melalui anak usaha PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Perseroan bersama Taiheiyo Cement Corporation telah menyelesaikan pengembangan dermaga dan fasilitas produksi ekspor di Tuban, Jawa Timur.

Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026 dan akan memperkuat kapasitas ekspor SIG ke pasar global.

“Ekspor akan menjadi segmen penting tidak hanya untuk menyiasati overcapacity industri domestik, tetapi juga meningkatkan utilitas dan mendukung pertumbuhan kinerja yang stabil,” ujar Vita Mahreyni.

Baca Juga: SIG Andalkan Komponen Lokal, Belanja Suku Cadang Naik Jadi Rp809 Miliar

Baca Juga: SIG Kurangi Penggunaan Batu Bara 467 Ribu Ton Lewat Bahan Bakar Alternatif

Baca Juga: SIG Buka Peluang Kolaborasi Global untuk Inovasi Bahan Bangunan

Menurutnya, fasilitas baru ini akan mendorong peningkatan volume ekspor dengan margin yang lebih tinggi, tidak hanya ke Amerika Serikat tetapi juga ke berbagai negara lain.

Kinerja SIG pada kuartal I 2026 menunjukkan kemampuan adaptasi di tengah tekanan industri yang masih berlangsung. Selain overcapacity di pasar domestik, industri semen juga menghadapi kenaikan biaya produksi akibat fluktuasi harga energi dan bahan baku.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri