Pelemahan Rupiah Buat Harga Smartphone Naik? Ini Kata Xiaomi dan Vivo
Kredit Foto: Istimewa
Dinamika nilai tukar rupiah yang fluktuatif belakangan ini mulai memberikan tekanan pada industri perangkat elektronik, khususnya sektor smartphone. Sebagai industri yang sangat bergantung pada komponen impor dan rantai pasok global, para produsen kini tengah melakukan kalkulasi cermat untuk menjaga stabilitas bisnis di pasar Indonesia.
Menanggapi situasi ekonomi makro ini, dua raksasa teknologi asal Tiongkok, Xiaomi dan Vivo, angkat bicara mengenai potensi penyesuaian harga jual produk mereka di tingkat konsumen.
Marketing Director Xiaomi Indonesia, Andi Renreng, mengungkapkan bahwa penetapan nilai sebuah produk merupakan hasil dari pertimbangan berbagai faktor eksternal dan internal. Menurutnya, Xiaomi selalu melakukan tinjauan berkala untuk memastikan produk yang dipasarkan tetap kompetitif namun berkualitas.
“Penetapan value produk kami dipengaruhi oleh berbagai faktor, sehingga kami melakukan peninjauan secara berkala untuk memastikan nilai yang dihadirkan tetap mencerminkan kualitas dan inovasi produk,” ujar Andi kepada Warta Ekonomi, Selasa (5/5/2026).
Baca Juga: Rupiah Menguat ke Level Rp17.387 Berkat Sentimen Positif Domestik dan Global
Baca Juga: Gubernur BI Sebut Rupiah Saat Ini Undervalued di Tengah Tekanan Global
Baca Juga: Respons Gubernur BI Saat Ditanya Rupiah Melemah ke Rp17.424 per Dolar AS
Terkait arah kebijakan harga ke depan, Andi menegaskan pihaknya terus memantau dinamika pasar secara saksama. Hal ini dilakukan agar setiap langkah strategis yang diambil tetap sejalan dengan misi perusahaan, yakni Innovation for Everyone.
"Komitmen kami adalah menghadirkan teknologi yang relevan dengan keseimbangan optimal antara performa dan kualitas bagi konsumen," tambahnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri