Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ekspor Tuna Indonesia Tembus US$1 Miliar di 2025

Ekspor Tuna Indonesia Tembus US$1 Miliar di 2025 Kredit Foto: Dwi Aditya Putra

Di sisi lain, Indonesia Tuna Consortium Lead, Thilma Komaling menegaskan, pendekatan berbasis nilai menjadi kebutuhan mendesak di tengah tekanan terhadap stok ikan. Menurut Thilma, dengan tekanan terhadap stok yang semakin nyata, perlu beralih ke pendekatan berbasis nilai, di mana setiap ikan dimanfaatkan secara optimal.

"Saat ini, 40-50 persen bagian tuna belum dimanfaatkan secara maksimal, padahal memiliki potensi ekonomi tinggi," kata Thilma.

Produk turunan seperti kolagen, gelatin, biopeptida, hingga bahan farmasi dinilai memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan produk segar atau beku. Bahkan, pasar global kolagen diproyeksikan melampaui 9 miliar dolar AS pada 2030.

Dalam praktiknya, inovasi mulai dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya kolaborasi antara Collabit yang berbasis di Bitung, Sulawesi Utara, dengan restoran Padang Merdeka melalui menu 'Ayam Pop + Tuna Collagen' yang mengintegrasikan manfaat nutrisi tuna ke dalam hidangan populer.

Selain itu, Ocean Pure yang berbasis di Banda Aceh juga mengembangkan produk kolagen berbasis ikan untuk kebutuhan kesehatan dan gaya hidup.

Founder & CEO Collabit Michella Irawan mengatakan, inovasi ini menjadi langkah awal untuk membawa manfaat tuna lebih dekat ke masyarakat.

"Kami melihat potensi besar dari pemanfaatan tuna secara menyeluruh, termasuk melalui pengembangan kolagen yang dapat diaplikasikan dalam berbagai produk pangan dan kesehatan," ucapnya.

Sementara itu, Science Advisor Tuna Consortium sekaligus Chair Tuna Talks 2026 Prof. Budy Wiryawan menekankan pentingnya pendekatan berbasis sains dalam pengembangan industri.

"Dengan inovasi dan riset, kita dapat memperluas pemanfaatan tuna jauh melampaui konsumsi pangan. Ini bukan hanya soal nilai ekonomi, tetapi juga keberlanjutan dan resonansi kebudayaan kelautan," katanya.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra