Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Waspada, Tetangga Indonesia Isolasi Dua Orang Suspek Hantavirus!

Waspada, Tetangga Indonesia Isolasi Dua Orang Suspek Hantavirus! Kredit Foto: Annisa Nurfitri
Warta Ekonomi, Jakarta -

Singapura mengisolasi dua warganya terkait dengan wabah hantavirus. Dua orang tersebut diketahui sempat berada dalam kapal pesiar dari MV Hondius.

Communicable Diseases Agency (CDA) Singapura menyatakan pihaknya menerima laporan terkait kedua warga tersebut pada 4 dan 5 Mei 2026. Saat ini keduanya menjalani isolasi di National Centre for Infectious Diseases (NCID).

Baca Juga: Jejak Awal Hantavirus Diselidiki dimulai dari Argentina

“Hasil tes mereka belum siap,” kata Communicable Diseases Agency, dikutip dari Strait Times.

Keduanya menunggu hasil tes hantavirus. Salah satu pasien dilaporkan mengalami pilek ringan, namun dalam kondisi stabil. Sementara pasien lainnya tidak menunjukkan gejala apapun.

Pasien pertama merupakan pria berusia 67 tahun. Ia tiba ke negara tersebut pada 2 Mei 2026. Adapun pasien kedua adalah penduduk tetap dari negara itu dan berusia 65 tahun. Ia tiba pada 6 Mei 2026.

Keduanya diketahui berada dalam kapal pesiar dari MV Hondius di Ushuaia, Argentina, 1 April 2026. Mereka juga dilaporkan berada dalam penerbangan yang sama dengan pasien hantavirus terkonfirmasi saat melakukan perjalanan dari Saint Helena ke Johannesburg, Afrika Selatan di 25 April.

“Kasus yang dikonfirmasi tersebut tidak melakukan perjalanan ke Singapura. Ia kemudian meninggal di Afrika Selatan,” ujar CDA.

Otoritas Singapura menjelaskan apabila hasil tes kedua pasien negatif, mereka tetap diwajibkan menjalani karantina selama satu bulan sejak paparan terakhir. Langkah tersebut dilakukan karena sebagian besar kasus hantavirus biasanya mulai menunjukkan gejala dalam periode tersebut.

Setelah masa karantina selesai, keduanya juga akan menjalani pemantauan jarak jauh hingga total masa observasi mencapai 45 hari. Hal itu termasuk pelaporan kondisi kesehatan harian melalui aplikasi pemantauan.

Namun jika hasil pemeriksaan menunjukkan positif hantavirus, pasien akan tetap dirawat di rumah sakit untuk pemantauan dan pengobatan lebih lanjut mengingat infeksi tersebut dapat berkembang menjadi kondisi serius.

CDA menyatakan pelacakan kontak akan dilakukan untuk mengidentifikasi individu yang sempat melakukan kontak erat dengan kedua pasien tersebut.

Sejauh ini, delapan kasus hantavirus, termasuk tiga kematian, dikaitkan dengan klaster wabah di MV Hondius. Tiga kasus telah dipastikan positif, sementara kasus lainnya masih dalam penyelidikan.

World Health Organization (WHO) menilai risiko penyebaran global wabah ini masih rendah.

Hantavirus sendiri umumnya menular melalui paparan debu yang terkontaminasi urine, kotoran, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi.

Meski sebagian besar jenis hantavirus tidak menular antarmanusia, strain andes virus diketahui memiliki kemungkinan penularan dari manusia ke manusia melalui kontak erat dalam waktu lama.

Gejala infeksi hantavirus jenis tersebut meliputi demam, nyeri tubuh, kelelahan, gangguan saluran cerna, hingga sesak napas. Dalam kondisi berat, penyakit ini dapat berkembang cepat menjadi syok hingga menyebabkan kematian.

Baca Juga: Waspada Hantavirus, Virus Langka dan Mematikan di Balik Wabah Kapal Pesiar di Afrika

WHO kini meminta seluruh penumpang yang pernah berada dalam kapal terkait untuk memantau kondisi kesehatan mereka dan segera mencari bantuan medis apabila mengalami gejala terkait hantavirus.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait: