Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jadi Catatan Prabowo, Megawati Ingatkan Cita-cita Bung Karno Belum Sepenuhnya Terwujud

Jadi Catatan Prabowo, Megawati Ingatkan Cita-cita Bung Karno Belum Sepenuhnya Terwujud Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menilai masih banyak cita-cita Presiden pertama RI Soekarno yang perlu diwujudkan Indonesia di usia kemerdekaan yang telah memasuki 81 tahun.

Hal itu disampaikan Megawati saat memimpin upacara HUT ke-81 RI di Halaman Masjid At Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (17/8/2026).

Dalam pidatonya, Megawati mengingatkan kembali gagasan Soekarno mengenai pentingnya sebuah bangsa berani menentukan nasibnya sendiri. Menurut dia, prinsip tersebut masih relevan untuk menjadi pegangan Indonesia dalam menghadapi perkembangan dunia.

"Belum tentu anak-anak sekarang itu tahu pada usia Republik yang ke-81 ini semua yang diimpikan Bung Karno harusnya sudah bisa dilaksanakan sebenarnya," kata Megawati.

Megawati kemudian mengutip kembali pandangan Soekarno mengenai kemandirian bangsa. Ia mengatakan sebuah negara harus memiliki keberanian untuk menempatkan masa depannya di tangan sendiri.

"Bung Karno berulang kali menegaskan bahwa hanya bangsa yang berani meletakkan nasib di tangan sendiri," ujarnya.

Menurut Megawati, semangat tersebut juga perlu diterapkan dalam menghadapi dinamika geopolitik internasional. Ia mencontohkan Iran sebagai salah satu negara yang dinilainya mampu mempertahankan diri dari tekanan kekuatan besar dunia.

Megawati menilai persatuan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam ketahanan Iran. Ia mengatakan masyarakat Indonesia dapat mengambil pelajaran dari kondisi tersebut, terutama mengenai pentingnya menjaga persatuan dan tidak mudah terpecah belah.

"Persatuan bangsa Iran itu luar biasa. Coba bayangkan, tidak terpecah belah," ujar Megawati.

Ia pun mengajak masyarakat Indonesia mempertahankan persatuan sebagai modal untuk menjaga keutuhan negara.

"Kita ini harusnya bersatu padu, tetap menjadi yang namanya Indonesia bisa abadi," katanya.

Selain persatuan, Megawati menyoroti pentingnya pendidikan dan kesehatan dalam membangun kekuatan bangsa. Ia mengaitkan kedua sektor tersebut dengan kemampuan sebuah negara menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Megawati mengatakan Indonesia juga dapat belajar dari tradisi kebudayaan Eropa yang menurutnya memiliki karakter disiplin dan semangat juang.

Baca Juga: Soal AS Masih Belum Mampu Kalahkan Iran, Ini Kata Megawati

"Mereka semua menempatkan pendidikan dan kesehatan rakyatnya sebagai prasyarat pokok pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Megawati.

Karena itu, di tengah peringatan 81 tahun kemerdekaan Indonesia, Megawati mendorong agar pembangunan bangsa tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga memperkuat kualitas manusia, kedisiplinan, persatuan, serta kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat