Kredit Foto: Istimewa
Menurut Riandy, langkah tersebut dinilai lebih aman dibanding mengubah struktur program secara menyeluruh karena aktivitas ekonomi di dapur MBG tetap berjalan.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan kualitas program melalui inspeksi lapangan dan mekanisme pemeriksaan acak agar anggaran yang digelontorkan benar-benar diterima masyarakat dalam bentuk makanan bergizi.
“Pemerintah perlu memperkuat pola random check atau sidak lapangan untuk memastikan standar kualitas tetap terjaga. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dapur akan menjadi kunci keberhasilan MBG ke depannya,” katanya.
Baca Juga: Dampak Program MBG Mulai Terasa, Orang Tua Akui Beban Berkurang
Baca Juga: MBG Dinilai Jadi Fondasi SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
Di sisi lain, Riandy menilai MBG belum dapat menjadi satu-satunya motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
“Jangan mengandalkan MBG sendirian untuk strategi pertumbuhan ekonomi. Untuk menggerakkan ekonomi, tetap dibutuhkan mesin-mesin ekonomi baru dari sektor lain,” ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: