Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Canggih! Mobil Listrik di China Kini Bisa Jadi 'Power Bank' Berjalan, Pemilik Bisa Dapat Cuan

Canggih! Mobil Listrik di China Kini Bisa Jadi 'Power Bank' Berjalan, Pemilik Bisa Dapat Cuan Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

China kini telah melangkah lebih jauh terkait inovasi tentang mobil listrik (EV) karena saat ini tak lagi sekadar menjadi kendaraan bebas emisi, tetapi sudah berevolusi menjadi "power bank" berjalan yang justru bisa menghasilkan uang.

Para pemilik mobil listrik kini bisa menjual kembali sisa daya baterai kendaraan mereka kepada jaringan listrik nasional.

Inovasi mutakhir ini bisa terwujud berkat penerapan teknologi infrastruktur yang disebut Vehicle-to-Grid (V2G). Salah satu proyek percontohan terbesarnya saat ini tengah menjadi sorotan di Kota Hefei, Provinsi Anhui, China.

Dikutip dari laporan Xinhua, pada periode libur Hari Buruh awal bulan ini, stasiun pengisian daya di kota tersebut resmi mengoperasikan 31 tiang charger V2G terbaru.

Untuk memudahkan pemahaman, Zou Jingfan, seorang spesialis dari Pusat Teknologi Layanan Energi State Grid Hefei (perusahaan listrik negara setempat), memberikan analogi yang sederhana.

Menurut Zou, tiang charger atau SPKLU konvensional yang ada saat ini hanya bekerja satu arah: listrik mengalir dari tiang ke baterai mobil.

"Sebaliknya, tiang V2G ini bersifat dua arah. Dia tidak hanya bisa mengisi daya baterai mobil (mengecas), tetapi juga bisa menyedot sisa listrik dari dalam baterai mobil untuk disalurkan kembali ke jaringan listrik kota," papar Zou seperti dikutip dari Xinhua.

Sistem cerdas ini diciptakan bukan tanpa alasan. Teknologi V2G memberikan dua keuntungan besar sekaligus, baik bagi negara maupun masyarakat,

Bagi Negara (Operator Listrik): Teknologi ini sangat membantu menjaga kestabilan listrik kota. Saat jam-jam sibuk di mana semua orang menyalakan listrik (misalnya malam hari), mobil-mobil listrik yang sedang parkir bisa menyalurkan dayanya untuk membantu jaringan agar tidak down atau anjlok (proses ini disebut peak shaving). Sebaliknya, saat tengah malam ketika penggunaan listrik sangat rendah, mobil akan menyerap kelebihan daya tersebut (valley filling).

Bagi Pemilik Mobil: Ini adalah ladang pendapatan pasif. Pemilik mobil listrik akan mendapatkan kompensasi finansial alias bayaran tunai atas setiap daya baterai yang mereka "jual" atau lepaskan kembali ke jaringan listrik negara di jam-jam sibuk tersebut.

Dengan skema ini, China tengah membangun ekosistem di mana kendaraan pribadi bisa ikut berkontribusi menjaga ketahanan energi nasional, sambil memberikan keuntungan ekonomi langsung ke kantong warganya.

Sebuah inovasi yang sangat mungkin diadaptasi di Indonesia seiring dengan makin menjamurnya populasi kendaraan listrik di masa depan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat